1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Presiden Prancis, Emmanuel Macron (ki.) bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin (ka.) di Moskow, 7/2.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron (ki.) bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin (ka.) di Moskow, 7/2.Foto: Thibault Camus/Pool AP/dpa/picture alliance
PolitikUkraina

Putin Sebut Proposal Macron ‘Realistis’

8 Februari 2022

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menilai proposal yang diajukan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bisa melandasi perundingan damai di Ukraina. Menurutnya, perang antara NATO dan Rusia cuma akan menghasilkan pecundang

https://www.dw.com/id/putin-sebut-proposal-macron-realistis/a-60695356

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam lawatannya di Moskow, Rusia, Senin (7/6), berharap pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin akan membantu meredakan ketegangan di Ukraina. Dia menggarisbawahi tanggungjawab semua pihak untuk menjamin perdamaian.

"Diskusi ini bisa menjadi awal menuju sasaran kita bersama, yakni de-eskalasi,” kata Macron di awal pertemuan.

Dia berharap Putin mau bekerjasama "menghindari perang” dan "membangun rasa saling percaya, stabilitas dan visibilitas bagi semua orang.” Untuk itu, Macron mengajukan proposal peta jalan damai yang mengandung "jaminan keamanan konkret” bagi Rusia.

Proposal tersebut mengajukan prasyarat inisiatif kedua pihak untuk tidak mengambil langkah militer baru, membuat dialog strategis dan upaya menghidupkan perundingan damai di Donbass, antara pemberontak pro-Rusia dan pemerintah Ukraina.

Mobilisasi pasukan Rusia di perbatasan dekat Ukraina
Mobilisasi pasukan Rusia di perbatasan dekat Ukraina

"Presiden Putin menjamin kepada saya bahwa dia siap mendukung dan mempertahankan stabilitas, serta keutuhan wilayah Ukraina,” kata Macron lebih lanjut. 

"Eropa tidak akan aman jika Rusia tidak aman,” imbuh presiden Prancis ini. Namun begitu, Macron menegaskan keinginan Rusia mendorong terbentuknya tatanan keamanan baru di Eropa, tidak bisa dicapai dengan mengharamkan hak Ukraina atau Georgia untuk bergabung dengan NATO.

Apa yang Putin katakan?

Presiden Rusia mengakui dirinya berbagi kekhawatiran yang sama dengan Paris seputar situasi keamanan di Eropa, dan juga menegaskan bahwa Prancis berusaha membantu meredakan ketegangan di Ukraina sudah sejak beberapa tahun.

Putin mengatakan pertemuannya dengan Macron berguna, substantif dan berorientasi bisnis. Menurut presiden Rusia ini, gagasan Macron "realistis” dan bisa melandasi sikap bersama untuk mengawali putaran damai di Ukraina.

Dia juga berharap agar situasi di Ukraina bisa diselesaikan secara damai, dan bahwa "Rusia akan melakukan semua hal untuk mencapai kompromi dengan barat.” 

Namun begitu Putin mengancam jika Ukraina bergabung dengan NATO dan berusaha merebut kembali wilayah Krimea, negara-negara Eropa akan terseret ke dalam konflik bersenjata dengan Rusia. Skenario tersebut "tidak punya pemenang,” katanya.

Putin menuduh NATO menempatkan Rusia dalam posisi "musuh,” Dia menolak asumsi bahwa aliansi yang dibentuk AS dan Eropa adalah semata pakta pertahanan, dengan merujuk pada kampanye militer yang dilancarkan NATO di Irak, Libya, Afganistan dan Yugoslavia.

Merespons kritik terkait mobilisasi militer Rusia di perbatasan Ukraina, Putin mengatakan "NATO ingin mengajari kami tentang pergerakan pasukan di wilayah kami sendiri dan menggambarkannya sebagai ancaman invasi Rusia terhadap Ukraina.”

Preside Rusia itu bahkan balik menuduh NATO "memindahkan infrastruktur militer mendekati perbatasan Rusia,” dan memperkuat militer Ukraina dengan persenjataan dan pelatihan.

rzn/as (ap, afp)