Festival Film Berlinale Digelar Online di Tengah Pandemi Corona | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 01.03.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Berlinale

Festival Film Berlinale Digelar Online di Tengah Pandemi Corona

Acara online Berlinale yang berlangsung 1-5 Maret akan dibatasi bagi para profesional di industri film. Beberapa film pun terpaksa menunggu digelarnya karpet merah pada Juni mendatang untuk berpromosi.

Festival Film Berlinale

Festival Film Berlinale

Biasanya, di tengah cuaca tengah beku di akhir Februari, para kolektor tanda tangan selalu berkerumun di sudut jalan di Berlin, tempat para aktor dan pembuat film turun dari limusin sebelum konferensi pers tentang film mereka berlangsung.

Dan sebelum pemutaran perdana sebuah film, para penggemar akan menghabiskan waktu berjam-jam menunggu untuk melihat bintang favorit mereka berjalan di atas karpet merah, berharap bisa berswafoto dengan mereka, atau sekadar menikmati atmosfer festival.

Sementara itu, jurnalis biasanya berlarian dari satu acara ke acara lain, berebut untuk menyesuaikan konferensi pers dan wawancara ke dalam jadwal mereka yang padat, sambil dengan cepat mengirimkan laporan berita ke kantor masing-masing.

Semua itu tidak akan terjadi pada festival Berlinale tahun ini.

Utamakan industri film

Karena pandemi, penyelenggara Berlinale memutuskan untuk membagi festival menjadi dua acara terpisah. Acara pertama untuk industri perfilman atau dikategorikan ke dalam Industry Event, yang khusus untuk para profesional film dan pers, dan berlangsung secara online mulai 1-5 Maret. Setelahnya ada yang disebut Summer Special, yang akan menampilkan pemutaran publik, ditetapkan pada 9-20 Juni.

Acara industri terutama berfungsi sebagai platform alternatif untuk Pasar Film Eropa (EFM), yang merupakan salah satu dari tiga platform teratas industri film dan media internasional, bersama dengan Cannes dan Pasar Film Amerika. 

Karena telah memiliki urutan yang telah mapan dalam kalender industri film, penyelenggaraan acara ini dipastikan harus berlangsung pada kuartal pertama tahun ini, kecuali jika ada pembatalan total. Menyelenggarakan seluruh festival pada bulan Juni untuk memungkinkan sinergi Berlinale antara publik dan pembuat film "akan terlambat, itu tidak akan baik untuk industri film," jelas juru bicara pers festival, Frauke Greiner. 

Minggu yang sibuk untuk insan film Eropa

Meski tanpa adanya kerumunan para penggemar film, penyelenggara dipastikan akan tetap sibuk. Lebih dari 470 perusahaan dari hampir 60 negara telah mendaftar untuk pemutaran EFM versi digital. Tanpa adanya biaya untuk perjalanan ke Berlin, format ini juga menarik banyak pemain baru, dengan hampir 200 perusahaan berpartisipasi dalam EFM untuk pertama kalinya, menurut situs web resmi.

Orang-orang dalam industri yang terdaftar itu akan memiliki akses ke daftar panjang dari 780 film yang tersedia, belum lagi rencanya akan ada 90 "Sesi Industri EFM" selama seminggu - yang mencakup diskusi, lokakarya, dan peluang promosi.

Dua film Jerman dengan status khusus

Dalam fase Berlinale kali ini, di antara 15 judul yang akan berkompetisi, hanya dua film yang tidak masuk dalam platform pemutaran media.

Keduanya kebetulan adalah film Jerman: yaitu film debut sutradara yang juga aktor asal Jerman Daniel Brühl, berjudul Next Door, dan Fabian - Going to the Dogs karya Dominik Graf yang berdasarkan novel Erich Kästner tahun 1931, berlatar di Berlin tepat sebelum Nazi mengambil alih kekuasaan.

Terkait keamanan penyelenggaraan festival film ini secara online, produser Felix von Boehm, yang berada di belakang film Fabian - Going to the Dogs, mengatakan kepada DW bahwa dia benar-benar memercayai server Berlinale.

Sejak awal pandemi, memang telah ada beberapa festival film yang diadakan secara online sepenuhnya. Selain itu, juru bicara Berlinale juga menjamin adanya "standar keamanan yang sangat tinggi, dengan watermarking." (ae/yp)

Laporan Pilihan