Biden Kunjungi Rumah Masa Kecil, Trump Prediksi ‘Kemenangan Cantik’  | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.11.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Pemilu AS

Biden Kunjungi Rumah Masa Kecil, Trump Prediksi ‘Kemenangan Cantik’ 

Beberapa jam menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat, Donald Trump maupun Joe Biden tidak mau kehilangan momentum raih simpati.

Biskuit dengan gambar Trump & Biden

Pemilu AS Trump Biden

Calon presiden di Amerika Serikat yang diusung oleh Partai Demokrat, Joe Biden, memanfaatkan waktu-waktu terakhir berkampanye dengan mengunjungi rumah masa kecilnya. 

Biden suka berbicara tentang bagaimana ia tumbuh dan besar di kota industri Scranton. Ia pun kembali mendatangi rumah masa kecilnya dan menuliskan namanya di dinding untuk keberuntungan.

“Dari Rumah ini ke Gedung Putih dengan Rahmat Tuhan,” tulis Biden dengan pena hitam di dinding ruang tamu di belakang sebuah gambar.

Biden menandatangani kalimat itu dan menambahkan tanggal: “11-3-2020.”

Langkah Joe Biden mengunjungi dan membubuhi tanda tangan di dinding rumah masa kecilnya ini sebenarnya pernah ia lakukan pada masa kampanye tahun 2008. Saat itu ia menandatangani dinding di kamar tidur di rumah ini, tetapi kampanyenya waktu itu berakhir lebih awal. Meski demikian ia tetap dipilih oleh Barack Obama sebagai wakil presiden.

Tradisi kembali ke rumah

Langkah ini rupanya menjadi tradisi bagi Biden yang telah memiliki karir politik selama lebih dari tiga dekade.

“Kami akan pulang,” ujar Biden, ditemani oleh dua cucunya, kepada wartawan saat dia mendarat di Scranton sebagai salah satu tempat kampannye terakhirnya dari rangkaian kampanye kepresidenan selama 18 bulan.

Pemilik rumah saat ini, Anne Kearns, tampaknya tidak keberatan dengan tradisi ini. “Saya menonton Anda sepanjang waktu,” kata Kearns pada Biden dalam percakapan singkat sebelum mempersilakan Biden masuk. “Saya sangat bangga pada Anda.” 

Selain menyapa ratusan pendukungnya, Biden juga berkumpul dengan beberapa tetangga lama, dan berhenti di sejumlah tempat lain di kota itu, sebelum berangkat menuju ke Philadelphia sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan lebih banyak lagi suara.

Pada Senin (02/11) malam Biden meminta para pemilih untuk kembali mengambil alih demokrasi Amerika dari tangan Presiden Donald Trump.

“Sudah waktunya untuk berdiri dan mengambil kembali demokrasi kita. Kita bisa melakukan ini,” kata Biden mengakhiri kampanye di Pittsburgh di negara bagian Pennsylvania yang diperebutkan oleh kedua kandidat. “Saya merasa kita akan bersatu untuk meraih kemenangan besar besok.”

Trump perkirakan “kemenangan cantik”

Senada dengan Biden yang percaya diri, calon dari Partai Republikan yang juga Presiden AS, Donald Trump, dalam kampanye yang berlangsung hanya beberapa jam sebelum pemungutan suara dibuka di seluruh AS memperkirakan adanya “kemenangan cantik” bagi pihaknya. 

“Kita akan kembali meraih kemenangan cantik esok hari,” ujar Trump kepada kerumunan pendukungnya di Grand Rapids, Michigan. Ini adalah tempat yang sama di mana ia mengadakan rapat umum klimaks pada kampanye tahun 2016 saat mengalahkan Hillary Clinton. “Kita akan membuat sejarah sekali lagi,” katanya.

Optimisme juga ia ungkapkan saat mengunjungi markas kampanyenya di Arlington, Virginia, untuk berterima kasih kepada puluhan tim kampanyenya. Namun Trump mengatakan bahwa “ini politik dan ini pemilihan umum dan Anda tidak pernah tahu.'' Ia menambahkan bahwa kekalahan bukanlah hal yang mudah baginya. 

Dalam sebuah wawancara telepon dengan televisi AS, Fox News, Trump mengatakan bahwa timnya mengharapkan kemenangan di negara bagian penting seperti Texas, Florida, Arizona, Carolina Utara dan Pennsylvania. Pennsylvania dipandang sebagai negara bagian penting dalam pemilu, baik Trump maupun Biden telah berulang kali berkampanye di sana dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, Trump menampik tuduhan bahwa ia berencana mengumumkan kemenangannya terlalu dini. “Saya pikir kita akan menang, tetapi hanya jika ada (bukti) kemenangan,” katanya. “Tidak ada alasan untuk bermain-main.”

Antusiasme pemilih catatkan rekor

Setelah kampanye kepresidenan yang sengit, warga AS yang berhak memilih akan melakukan pemungutan suara secara langsung pada Selasa (03/11) waktu setempat. Tidak ada tanda-tanda gangguan di tempat pemungutan suara seperti yang sempat dikhawatirkan oleh sejumlah pihak.

Para pemilih memberikan surat suara di seluruh negeri, dengan antrean panjang di beberapa lokal dan antrean pendek di tempat lain. Tetapi otoritas federal dan negara bagian sedang menyelidiki serentetan robocall misterius yang mengajak orang untuk tinggal di rumah pada hari pemilihan.

Sebelum hari pemilihan, lebih dari 100 juta pemilih telah memberikan suara sejak awal baik melalui surat atau secara langsung, menurut U.S. Elections Project yang dijalankan oleh Universitas Florida. Antusiasme ini didorong oleh kekhawatiran akan tempat pemungutan suara yang ramai selama pandemi virus corona serta adanya antusiasme yang luar biasa dari para pemilih.

Jumlah pemilih tersebut telah memecahkan rekor dan mendorong beberapa ahli untuk memprediksi tingkat pemungutan suara tertinggi sejak 1908 dan bahwa total suara dapat mencapai 160 juta, lebih banyak 138 juta suara dibandingkan dengan pemilu tahun 2016.

ae/vlz (AFP, AP, Reuters)

Laporan Pilihan