Hanya Lelucon! Volkswagen Batal Ubah Nama Menjadi ″Voltswagen of America″ | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 31.03.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Otomotif

Hanya Lelucon! Volkswagen Batal Ubah Nama Menjadi "Voltswagen of America"

Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen, umumkan akan mengganti nama perusahaannya di AS menjadi "Voltswagen of America" karena ingin mengalihkan fokus ke kendaraan listrik. Namun, ternyata rencana itu hanya lelucon.

Seorang pria mengisi daya mobil listrik Volkswagen

Volkswagen mengubah nama perusahaannya di Amerika Serikat menjadi "Voltswagen" karena ingin beralih ke kendaraan listrik

Rencana mengubah nama Volkswagen di Amerika Serikat menjadi "Voltswagen of America" memicu kebingungan publik selama beberapa hari. Namun, seorang juru bicara perusahaan otomotif asal Jerman itu mengkonfirmasi bahwa wacana perubahan nama hanya sekadar lelucon "April Mop".

Mark Gillies mengatakan pada hari Selasa (30/03), rilis berita yang dikeluarkan oleh perusahaan dan diambil banyak outlet berita sebenarnya tidak benar. Meski sebelumnya Gillies bersikeras mengungkap kebenaran rencana itu.

Pernyataan palsu itu mengumumkan, perubahan nama merek bertujuan untuk mencerminkan pergeseran strategi VW ke kendaraan listrik. Produsen mobil terbesar kedua di dunia itu berharap dapat melipatgandakan pengiriman kendaraan listrik dan meningkatkan keuntungan untuk merek intinya tahun ini.

Produksi kendaraan listrik memungkinkan VW bersaing dengan Teslayang saat ini menjadi pemimpin pasar di sektor kendaraan listrik.

Sebuah cuitan dari akun resmi perusahaan yang mengumumkan nama baru tetap eksis dan masih berpegang pada nama "Voltswagen", bahkan setelah konfirmasi dari lelucon tersebut keluar.

Langkah yang tidak biasa ini dilakukan saat perusahaan mencoba memperbaiki reputasinya setelah skandal "Dieselgate" tahun 2015.

Lelucon April Mop meleset

Unit perusahaan AS yang memperkenalkan kendaraan sport listrik baru bulan ini, tampaknya tidak sengaja memposting siaran pers tentang perubahan nama. Postingan itu memicu spekulasi bahwa pengumuman palsu tersebut sebenarnya adalah taktik pemasaran menjelang April Mop (01/04).

Seorang juru bicara Volkswagen AS mengkonfirmasi merek baru itu pada Selasa (30/03) malam. Dia mengatakan bahwa pengumuman itu awalnya dirilis pada 29 April sebelum penamaan ulang resmi pada 1 Mei, tetapi telah diterbitkan sebulan lebih awal karena kesalahan penulisan dan pada akhirnya dihapus.

"Perubahan nama ini menandakan bahwa VW beralih dari mesin pembakaran internal ke e-mobilitas," kata juru bicara William Gock.

"Kami mungkin mengubah K menjadi T, tetapi yang tidak kami ubah adalah komitmen merek ini untuk membuat kendaraan terbaik di kelasnya bagi pengemudi dan orang di mana pun," kata Scott Keogh, Presiden dan CEO Volkswagen di AS.

Meski siaran pers diluncurkan kembali pada hari Selasa (30/03) dengan tanggal yang benar, markas besar VW di Wolfsburg, Jerman telah menyuarakan skeptisisme dan menggambarkan rencana tersebut sebagai taktik pemasaran. Siaran pers Spoof April Mop adalah tradisi bagi bisnis Jerman.

Kendaraan listrik

Didorong oleh kesuksesan Tesla dan kebutuhan untuk mengurangi polusi, kehadiran kendaraan listrik mengubah industri otomotif

VW ingin beralih ke penggerak listrik

Produsen mobil Volkswagen telah berkomitmen menjual 1 juta mobil listrik di seluruh dunia pada tahun 2025 dan bertujuan untuk menginvestasikan 16 miliar euro (Rp 273, 6 triliun) dalam elektrifikasi dan digitalisasi.

Rencana perusahaan untuk beralih dari mesin pembakaran internal tradisional ke mobilitas elektrik serupa dengan upaya seluruh industri otomotif di dunia. Porsche yang merupakan sesama produsen mobil Jerman dan sekaligus mitra keuangan VW, pada awal bulan ini juga mengumumkan langkah untuk menggerakkan beberapa kendaraan baru dengan bahan bakar nol emisi.

Pergeseran ke kendaraan listrik juga dimaksudkan untuk membantu membangun kembali reputasi VW setelah skandal "Dieselgate". Dalam kasus ini perusahaan Jerman itu bersama dengan pembuat mobil lainnya tertangkap basah menggunakan perangkat lunak khusus untuk memberikan hasil uji emisi yang tidak akurat, sehingga mengakibatkan denda miliaran dolar, terutama di AS.

ha/as (AFP, Reuters)

Laporan Pilihan