SpaceX Ujicoba Peluncuran Roket Falcon Heavy Untuk Misi ke Planet Mars | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 07.02.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

SpaceX Ujicoba Peluncuran Roket Falcon Heavy Untuk Misi ke Planet Mars

SpaceX sukses luncurkan roket besar Falcon Heavy dari stasiun antariksa Kennedy Space Center di Cape Canaveral AS. Ini merupakan ujicoba perdana bagi misi penerbangan ambisius menuju planet Mars.

Tonton video 01:13

SpaceX Sukses Ujicoba Peluncuran Roket Falcon

Proyek ambisius itu digagas Elon Musk, pemilik pabrik mobil listrik Tesla dan perusahaan ruang angkasa swasta SpaceX. Proyek bernilai ratusan juta US Dolar itu juga merancang roket peluncur Falcon Heavy untuk bisa digunakan ulang berkali-kali.

Roket raksasa Falcon Heavy dirakit dari tiga segmen roket pendorong atau booster, yang setelah peluncuran kembali ke platformya di Bumi. Dalam peluncuran ujicoba itu, dua roket bisa kembali dan mendarat mulus di platform. Sementara satu roket lagi dilaporkan tercebur ke samudra Atlantik dengan kecepatan lebih 480 km perjam.

Yang juga unik, saat peluncuran roket Falcon Heavy mengangkut sebuah mobil sport Tesla berwarna merah. Di kursi pengemudi mobil itu didudukkan boneka seukuran manusia yang mengenakan busana luar angkasa terbaru SpaceX. Kampanye PR ini dikritik, karena dinilai akan menambah jumlah sampah luar angkasa di orbit dekat bumi dengan sebuah mobil Tesla.

Dengan mengangkut mobil elektrik Tesla, CEO SpaceX Elon Musk ingin mendemonstrasikan kapasitas angkut roket Falcon yang mencapai 17.000 kilogram dalam misi ke planet merah. Target ambisius Musk adalah, hingga tahun 2062 menerbangkan sejuta manusia ke planet Mars. Apakah penerbangan ulang alik atau hanya "one way" masih jadi rahasia CEO SpaceX itu.

as/yf(ap,rtr, ebu)

 

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait