1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
China Corona-Pandemie | Sinopharm
Staf laboratorium di Beijing, Cina memperlihatkan contoh vaksin SinovacFoto: picture-alliance/Xinhua/Zhang Yuwei
Kesehatan

Sinovac Akan Uji Vaksin Corona pada Remaja dan Anak-Anak

17 September 2020

Pembuat vaksin asal Cina, Sinovac akan lakukan uji klinis vaksin corona terhadap remaja dan anak-anak. Calon penerima suntikan vaksin ini adalah anak dan remaja yang dalam kondisi sehat dan berusia tiga hingga 17 tahun.

https://www.dw.com/id/sinovac-akan-uji-vaksin-corona-pada-remaja-dan-anak-anak/a-54956403

Sinovac mengajukan argumen, menemukan vaksin yang bisa bekerja untuk semua usia, termasuk orang yang lebih muda, bisa menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran virus corona yang telah menyebabkan kematian lebih dari 930 ribu orang di seluruh dunia.

Perusahaan pembuat vaksin Cina Sinovac Biotech menyatakan siap memulai uji klinis vaksin virus corona eksperimental pada remaja dan anak-anak pada akhir bulan ini. Uji klinis ini merupakan tahap lanjutan setelah pengujian vaksin eksperimtal berskala luas tahap akhir terhadap orang dewasa dilakukan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Sebanyak 552 peserta sehat berusia antara tiga hingga 17 tahun akan mendapat dua dosis vaksin eksperimental CoronaVac buatan Sinovac yang terdaftar di AS, atau suntikan placebo sebagai pembanding. Uji coba gabungan fase satu dan fase dua, diperkirakan akan dimulai pada 28 September mendatang di Hebei, Cina utara, demikian menurut sebuah registrasi pendaftaran uji klinis yang diterbitkan pada Rabu (16/09).

Rencana uji klinis tersebut telah disetujui oleh regulator Cina, kata juru bicara Sinovac.

Sinovac telah diujicoba di beberapa negara

Cina telah menginokulasi puluhan ribu warganya dengan vaksin virus corona eksperimental, yang menarik minat internasional dalam pengembangannya. Meski begitu para ahli mengkhawatirkan keamanan vaksin yang belum menyelesaikan semua tahapan pengujian standar tersebut.

Sebagai bagian dari program itu, vaksin corona eksperimental itu telah diuji klinis tahap akhir dalam skala besar di Brasil, Indonesia, dan Turki. Vaksin Sinovac juga telah diberikan kepada sekitar 90 persen karyawan perusahaan dan keluarganya.

Menurut WHO, sejauh ini data menunjukkan virus corona pada umumnya memicu simptoma yang lebih ringan pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Namun terdapat juga beberapa kasus pada anak-anak yang membutuhkan perawatan intensif.

Beberapa ratus anak dirawat di rumah sakit Amerika Serikat dengan sindrom peradangan yang cukup parah, yang dapat mencakup gejala seperti demam, ruam, dan kelenjar bengkak, terkait dengan virus corona.

Sinovac mengatakan, pada awal bulan ini CoronaVac tampaknya aman dan mampu menginduksi antibodi untuk orang tua. Sementara tingkat antibodi yang dihasilkan vaksin sedikit lebih rendah pada kelompok remaja, demikian laporan mengutip hasil dari uji coba tahap awal hingga fase pertengahan.

ha/as (Reuters, CNA)