AstraZeneca Hentikan Uji Coba Vaksin COVID-19 Setelah Relawan Alami Sakit | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.09.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

AstraZeneca Hentikan Uji Coba Vaksin COVID-19 Setelah Relawan Alami Sakit

Produsen vaksin Jerman BioNTech dan 8 perusahaan bioteknologi dunia berjanji ikuti prosedur keamanan sebelum meluncurkan vaksin. AstraZeneca menangguhkan satu uji coba vaksin setelah seorang peserta uji coba alami sakit.

Uji coba vaksin COVID-19 kepada relawan

Ilustrasi uji coba vaksin COVID-19 kepada relawan

Sembilan perusahaan pengembang vaksin dunia pada Selasa (08/09) telah berjanji untuk “menegakkan integritas proses ilmiah”, di tengah kekhawatiran publik atas standar keselamatan yang mungkin tidak ketat karena adanya tekanan politik untuk segera mengeluarkan vaksin.

"Kami, perusahaan biofarmasi yang bertanda tangan di bawah ini, ingin memperjelas komitmen berkelanjutan kami untuk mengembangkan dan menguji vaksin potensial untuk COVID-19 sesuai dengan standar etika yang tinggi dan prinsip ilmiah yang baik," kata kepala eksekutif AstraZeneca, BioNTech, dan Moderna, dan beberapa produsen pengembang vaksin lainnya.

Otoritas kesehatan masyarakat menggaungkan bahwa pengembangan vaksin yang berhasil, akan menjadi satu-satunya obat untuk melawan patogen mematikan. Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19, telah menginfeksi lebih dari 27 juta orang di dunia dan menyebabkan hampir satu juta orang di antaranya meninggal.

Perusahaan mengatakan mereka akan meminta otorisasi darurat untuk vaksin mereka "setelah menunjukkan keamanan dan kemanjuran melalui studi klinis Tahap 3 yang dirancang dan dilakukan untuk memenuhi persyaratan dari otoritas pengatur ahli."

Awal tahun ini, badan pengawas obat dan makanan AS (Food and Drug Administrator/FDA) menyetujui penggunaan hydroxychloroquine dan plasma darah untuk mengobati pasien COVID-19. Namun, keputusan tersebut mendapat tanggapan keras dari para ahli yang berpendapat bahwa tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk membuktikan kemanjuran dan keamanan penggunaan keduanya. Setelahnya, FDA segera membatalkan keputusan tersebut. 

Uji coba vaksin Oxford / AstraZeneca ditunda

AstraZeneca, salah satu perusahaan yang ikut menandatangani perjanjian terbuka terkait keamanan pengembangan vaksin, mengatakan kepada outlet berita AS bahwa uji coba kandidat vaksin mereka untuk sementara ditangguhkan setelah seorang pasien mengalami sakit yang belum dapat dijelaskan.

Dijuluki vaksin Oxford, AZD1222 dari AstraZeneca telah menjalani uji klinis Tahap 3 di Inggris, AS, dan Brasil akhir bulan lalu. Fase ini dianggap sebagai langkah terakhir sebelum mendapat persetujuan regulasi.

"Sebagai bagian dari uji coba global secara acak dan terkendali terhadap vaksin virus corona Oxford, berdasarkan proses peninjauan standar dan kami secara sukarela menghentikan vaksinasi untuk memungkinkan peninjauan data keamanan oleh komite independen," kata juru bicara AstraZeneca kepada situs berita kesehatan STAT.

"Ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali timbul penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan di salah satu uji coba, sementara vaksin itu diselidiki, kami memastikan menjaga integritas dalam uji coba."

Otoritas kesehatan Brasil mengatakan pada Selasa (08/09) malam bahwa AstraZeneca telah menghentikan uji klinis dan menunggu informasi lebih lanjut tentang alasan timbulnya penyakit tersebut, yang tampaknya menguatkan laporan di STAT.

pkp/rap  (AFP, AP, dpa)

Laporan Pilihan