1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Seorang pria berusia 61 tahun di Jerman timur diduga menjadi calo vaksin
Seorang pria berusia 61 tahun di Jerman timur diduga menjadi calo vaksinFoto: Eibner-Pressefoto/EXPA/Feichter/imago images
Penegakan HukumJerman

Seorang Pria di Jerman Disuntik 87 Kali Vaksin Corona

Rebecca Staudenmaier
5 April 2022

Seorang pria di Jerman timur dilaporkan pergi ke pusat vaksinasi dan disuntik hingga tiga kali sehari. Pihak berwenang menduga itu semua sebagai bagian dari skema untuk menjual sertifikat vaksin kepada penentang vaksin.

https://www.dw.com/id/seorang-pria-di-jerman-disuntik-87-kali-vaksin-corona/a-61351855

Pihak berwenang di Jerman tengah menyelidiki seorang pria yang kedapatan telah menerima suntikan vaksin virus corona setidaknya 87 kali. Laporan ini muncul ketika Jerman tengah memerangi gelombang infeksi COVID-19 dan berjuang untuk meningkatkan tingkat vaksinasi dibandingkan dengan negara-negara Eropa Barat lainnya.

Berdasarkan laporan yang ditulis surat kabar Jerman Freie Presse pada Jumat (01/04), pria yang diketahui berusia 61 tahun itu mengunjungi beberapa pusat vaksinasi di negara bagian Sachsen dan Sachsen-Anhalt di Jerman timur.

Pria itu diyakini telah mendapatkan suntikan hingga tiga kali sehari di lokasi pusat vaksinasi yang berbeda. Di negara bagian Sachsen saja, pria itu telah mendapatkan 87 kali vaksinasi virus corona.

Peristiwa ini berawal ketika seorang staf di sebuah pusat vaksinasi di kota Dresden merasa curiga ketika dia melihat pria itu, kata juru bicara Palang Merah Jerman, Kai Kranich.

Akhirnya pria itu ditahan pihak kepolisian ketika dirinya mengunjungi pusat vaksinasi di kota Eilenburg, di luar Leipzig.

Palang Merah Jerman mengajukan tuntutan terhadap pria tersebut atas dugaan keterlibatannya dalam menjual sertifikat vaksin. Penyelidikan sedang berlangsung saat ini di negara bagian Sachsen, dengan pihak berwenang di negara bagian Jerman lainnya juga akan menyelidiki pria tersebut.

Tidak jelas berapa kali pria itu benar-benar menerima vaksin virus corona, tetap jumlahnya diperkirakan lebih banyak dari 87 suntikan.

Bagaimana pria itu bisa lolos begitu lama?

Menurut laporan, setiap kali pria itu memasuki lokasi vaksinasi, dia akan membawa formulir vaksinasi baru yang masih kosong.

Setelah mendapatkan suntikan, dia akan mengambil halaman yang berisikan informasi tentang nomor batch vaksin dan menjualnya ke orang lain.

Pria tersebut mendaftar vaksinasi menggunakan nama dan tanggal lahirnya sendiri, tetapi tidak menunjukkan kartu asuransi kesehatannya pada saat divaksin. Jika ia menunjukkan kartu asuransinya tersebut, kemungkinan tindakannya akan cepat diketahui.

Informasi medis sebagian besar belum tersimpan secara digital

Kasus ini juga mengungkap kesenjangan dalam sistem perawatan kesehatan Jerman, di mana informasi medis sebagian besar tidak didigitalkan atau disimpan secara terpusat.

"Daftar vaksin nasional atau daftar vaksin virus corona akan segera menjelaskan kasus ini," kata Knut Köhler, juru bicara asosiasi medis negara bagian Sachsen kepada Freie Presse.

Di Jerman, lebih dari 75% populasi yang memenuhi syarat telah divaksinasi lengkap, sementara sekitar 58% telah menerima suntikan booster. Namun, jumlah orang di negara-negara bagian Jerman timur, di mana tingkat vaksinasi lengkap hanya berada di angka 64,5% yakni di Sachsen.

Tingkat vaksinasi Jerman jauh di belakang tetangga-tetangganya di Eropa barat. Spanyol misalnya, mencatat 85% populasi telah divaksinasi lengkap dan Portugal melaporkan tingkat vaksinasi lengkap lebih dari 91%.

(Ed: rap/hp)