Rusia Registrasi Vaksin Virus Corona Pertama di Dunia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 11.08.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Rusia Registrasi Vaksin Virus Corona Pertama di Dunia

Presiden Rusia Putin umumkan sudah meregistrasi vaksin Covid-19 pertama di dunia bernama Sputnik V. Para ilmuwan mengritik prosedur jalan pintas itu sebagai amat riskan.

Russland Moskau Wladimir Putin Coronavirus

Presiden Rusia Vladimir Putin umumkan di Moskow, registrasi vaksin Covid-19 pertama di dunia.

Kementrian kesehatan Rusia memberikan izin regulasi buat vaksin Covid-19 pertama di dunia, setelah kurang dari sebulan ujicoba kepada manusia. Presiden Vladimir Putin mengumumkan peluncuran vaksin yang diberi nama Sputnik V  itu Selasa (11/8).

“Pagi ini, untuk pertama kalinya di dunia, vaksin untuk melawan virus corona jenis baru, telah mendapat registrasi di Rusia“, ujar Putin dalam konferensi video dengan menteri-menteri pemerintahannya yang disiarkan lewat televisi.

Putin menambahkan, vaksin yang dikembangkan Gamaleya Institute di Moskow itu, terbukti efisien pada saat ujicoba dan menjanjikan “imunitas jangka panjang“ melawan virus corona. 

"Saya ulangi, bahwa vaksin telah melewati semua ujicoba yang diperlukan“, ujar presiden Rusia itu. “Hal yang paling penting adalah, menjamin keamanan penuh penggunaan virus serta efisiensinya.“

Informasi yang dihimpun sejauh ini menunjukkan, vaksin baru itu hanya dites kepada 38 relawan dan sejumlah pejabat pemerintah. Tidak ada laporan ujicoba fase 3 dalam skala luas untuk menjamin keamanan dan efektivitasnya.

Putri Putin diantara yang divaksinasi

Pemimpin Rusia itu juga mengatakan, salah satu putrinya sudah mendapat vaksinasi dan merasa sehat. “Salah satu putri saya mendapat vaksinasi, jadi dalam tema ini, ia ikut serta dalam ujicoba“, tegas Putin.

Setelah suntikan vaksin pertama, putri presiden Rusia itu mengalami demam ringan dengan suhu tubuh 38°C. Suhu tubuhnya turun kembali ke tingkat sedikit di atas normal keesokan harinya.

Tonton video 02:19

Proses Pengembangan Vaksin Corona Tidak Bisa Dipercepat

“Setelah suntikan vaksin kedua, dia kembali mengalami demam, dan semuanya baik-baik saja. Dia merasa sehat dan memiliki angka antibodi tinggi“, papar Putin lebih lanjut. Tapi dia tidak merinci, yang mana dari dua putrinya, Maria atau Katerina yang mendapat vaksinasi

Otoritas kesehatan Rusia menyebutkan, para pekerja medis, para guru dan kelompok risiko lainnya akan mendapat prioritas suntikan vaksin Covid-19 buatan Rusia itu.

Ngebut berlomba membuat vaksin

Rusia menjadi negara pertama yang meregistrasi vaksin Covid-19. Sejumlah negara kini masih terus berlomba membuat vaksin pertama. Namun para pakar kesehatan memperingatkan, kecepatan dan kebanggaan negara bisa membuat kompromi dengan keamanan vaksin.

Para ilmuwan Rusia maupun di luar negeri mempertanyakan keputusan Moskow untuk meregistrasi vaksin itu, sebelumujicoba fase 3 tuntas, yang biasanya berlangsung beberapa bulan dan melibatkan ribuan responden. Namun Putin menegaskan, bahwa vaksin sudah melewati ujicoba yang diperlukan, dan vaksinasi bersifat sukarela.

Pejabat resmi Rusia menyebutkan, produksi vaksin dalam skala besar akan dimulai September. Sementara vaksinasi masal akan dilakukan mulai Oktober.

Organisasi kesehatan dunia WHO mengumumkan, saat ini lebih 170 proyek pembuatan vaksin dilakukan di seluruh dunia dengan cara dipercepat. Hingga akhir Juli ada enam kandidat vaksin Covid-19 yang sudah memasuki ujicoba fase 3 dengan tes ribuan relawan dari puluhan negara.

WHO memperhitungkan, vaksin yang dibuat melewati prosedur baku itu, paling cepat bisa diproduksi akhir tahun 2020 hingga awal 2021.

as/vlz (AP, Reuters, AFP, EFE)

Laporan Pilihan