Moderna Luncurkan Uji Klinis Tahap Akhir Vaksin Corona di AS dengan 30 Ribu Orang | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 28.07.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Moderna Luncurkan Uji Klinis Tahap Akhir Vaksin Corona di AS dengan 30 Ribu Orang

Moderna Inc memulai uji coba fase 3 vaksin Corona di AS yang melibatkan 30.000 orang pada Senin (27/7). Perusahaan Pfizer dan BioNTech segera menyusul dengan uji coba fase 3 secara global.

Foto vaksin sedang disuntikkan ke pangkal lengan

Foto ilustrasi vaksin

"Memiliki vaksin yang aman dan efektif yang didistribusikan pada akhir tahun 2020 adalah tujuan ambisius, tetapi ini adalah tujuan yang tepat bagi rakyat Amerika," kata Francis Collins, Direktur Lembaga Kesehatan Nasional AS NIH dalam rilis yang mengumumkan dimulainya ujicoba fase 3 Moderna.

Uji coba ini adalah studi tahap akhir pertama yang didukung oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mempercepat pengembangan vaksin corona dan membantu meredam penyebaran Covid-19. Lebih dari 150 kandidat vaksin Covid-19 saat ini sedang menjalani berbagai tahap pengembangan di seluruh dunia, dengan sekitar dua lusin kandidat vaksin yang sudah mulai melakukan pengujian pada manusia.

Selain Moderna Inc, raksasa farmasi Pfizer yang bermitra dengan perusahaan Jerman BioNTech juga mengumumkan akan segera menggelar uji klinis fase 3. Pfizer mengatakan pada Senin (27/07) bahwa mereka akan memulai studi global untuk vaksin COVID-19. Studi ini diharapkan mencakup sekitar 120 lokasi di seluruh dunia dan mencakup sampai 30.000 peserta.

Foto Trump dan anggota pemerintah mendengarkan keterangan direktur Moderna Stephane Bancel

Dirut Moderna Stephane Bancel menerangkan kemajuan vaksin kepada Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Maret 2020

Moderna targetkan produksi 500 juta dosis vaksin mulai 2021

Setelah pengumuman itu, saham Moderna Inc naik 9% dan saham Pfizer naik 1,6% di pasar saham, sementara saham BioNTech, yang mengembangkan vaksin bersama Pfizer, naik 4,2%.

Kedua kandidat vaksin mengandalkan teknologi baru yang memungkinkan pengembangan dan pembuatan vaksin lebih cepat dibandingkan metode produksi tradisional.

Moderna, yang tidak pernah memproduksi vaksin sebelumnya, telah menerima hampir 1 miliar dolar dari pemerintah AS, yang membantu membiayai beberapa kandidat vaksin di bawah program Operation Warp Speed.

Moderna menargetkan produksi 500 juta sampai 1 miliar dosis per tahun, mulai 2021, kata Ketua Eksekutif Moderna Stephane Bancel. Sementara Pfizer menargetkan sekitar 1,3 miliar dosis pada akhir 2021.

AS akan gelar uji klinis skala besar setiap bulan

Perusahaan Johnson & Johnson juga menyatakan akan meluncurkan uji klinis di AS minggu ini dan dapat memulai uji coba tahap akhir yang lebih besar pada awal September. Sebelumnya, perusahaan obat Inggris AstraZeneca Plc mengatakan akan memulai uji coba besar-besaran pada musim panas untuk vaksinnya yang sedang dikembangkan dengan para peneliti dari Universitas Oxford.

Uji coba tahap akhir dirancang untuk mengevaluasi keamanan vaksin dan menentukan apakah vaksin dapat mencegah gejala COVID-19. Berbagai vaksin saat ini sedang menjalani uji coba klinis di seluruh dunia.

COVID-19 Prevention Network, sebuah program yang didanai pemerintah AS dan dibentuk oleh NIH, mengatakan bahwa mereka berencana meluncurkan uji klinis skala besar setiap bulan hingga musim gugur. Uji klinis skala besar umumnya melibatkan setidaknya 30.000 peserta.

hp/gtp   (rtr, afp, ap)

Laporan Pilihan