Putin Peringatkan Negara Barat Agar Tidak Melewati ″Garis Merah″ Rusia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 22.04.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Rusia

Putin Peringatkan Negara Barat Agar Tidak Melewati "Garis Merah" Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato kenegaraan pada Rabu (21/04), memperingatkan negara Barat tidak melewati "garis merah" Rusia. Ia mengatakan Rusia akan bertindak cepat dan kasar kepada yang melakukannya.

Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyampaikan pidato kenegaraannya, Rabu (21/04)

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato kenegaraannya pada Rabu (21/04) memperingatkan negara-negara Barat yang tidak menyukai Rusia, agar tidak "melewati garis merah" Rusia. Peringatan keras ini ia sampaikan di tengah ketegangan yang meningkat dengan AS dan negara Eropa lainnya perihal penempatan pasukan Rusia di dekat Ukraina dan perlakuan Kremlin kepada tokoh oposisi Alexei Navalny yang dipenjara.

Putin mengatakan lebih lanjut, Moskow akan menanggapi dengan "cepat dan keras" setiap provokasi dan membuat para pelaku menyesali perbuatannya.

"Saya berharap tidak ada yang berani melewati garis merah dalam hubungannya dengan Rusia, dan kami akan menentukan sendiri di mana garis itu pada setiap kasus tertentu,'' kata Putin dikutip dari AP.

"Mereka yang mengatur provokasi yang mengancam kepentingan dasar keamanan kami, akan menyesali perbuatan mereka lebih dari mereka menyesali apapun untuk waktu yang lama," sambungnya.

AS bersama negara sekutunya mendesak Rusia untuk menarik pasukannya yang ditempatkan di dekat perbatasan Ukraina.  Di kawasan itu, pelanggaran gencatan senjata dalam konflik tujuh tahun antara kelompok separatis yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina telah meningkat beberapa minggu terakhir.

Protes dari pendukung Navalny

Di tengah pidato Putin yang sebagian besar berisikan respons Rusia dalam menghadapi pandemi COIVD-19, ribuan pendukung Navalny turun ke jalan di pusat kota Moskow untuk berunjuk rasa menentang penahanan Navalny. Polisi pun memblokir akses lapangan di sebelah Kremlin.

Pendukung Navalny berunjuk rasa di Moskow, Rabu (21/04)

Pendukung Navalny berunjuk rasa di Moskow, Rabu (21/04)

Unjuk rasa tak hanya terjadi di Moskow, melainkan juga di St. Petersburg, di Vladivostok, Novosibirsk, dan di Irkutsk.  Di St. Petersburg para pengunjuk rasa berkumpul di Nevsky Prospekt. Polisi juga memblokir alun-alun Istana, di luar Museum Hermitage. Menurut laporan kelompok hak asasi manusia, hampir 1.500 orang ditangkap dalam unjuk rasa nasional tersebut.

Para pengunjuk rasa menuntut agar Navalny, yang melakukan aksi mogok makan tiga minggu lalu, dibebaskan atau setidaknya diberikan perawatan medis yang tepat setelah dokternya mengatakan bahwa kesehatan Navalny menurun dan dia bisa mati "kapan saja".

Usir 10 diplomat AS

Hanya beberapa jam setelah Putin menyampaikan pidatonya, Moskow kemudian memerintahkan 10 diplomat AS untuk angkat kaki dari Rusia paling lambat pada 21 Mei.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu (21/04), menyebutkan 10 diplomat AS di Rusia dinyatakan persona non grata.

Langkah ini merupakan aksi pembalasan atas langkah serupa yang dilakukan Washington terhdap 10 diplomat Rusia pada pekan lalu.

"Tindakan ini merupakan 'cermin' tanggapan atas tindakan bermusuhan pihak Amerika terhadap sejumlah karyawan kedutaan Rusia di Washington dan Konsulat Jenderal Rusia di New York," kata pernyataan itu.

rap/as (AFP, AP)

Laporan Pilihan