Pengawas Senjata Kimia Kirim Bantuan ke Jerman Selidiki Kasus Alexei Navalny | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 17.09.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Serangan Peracunan

Pengawas Senjata Kimia Kirim Bantuan ke Jerman Selidiki Kasus Alexei Navalny

Jerman meminta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia untuk menganalisis sampel biomedis kasus Alexei Navalny. Tim pembela tokoh oposisi Rusia itu mengklaim, racun Novichok ditemukan pada botol air di kamar hotel Navalny.

Deutschland Berliner Charite (picture-alliance/dpa/C. Soeder)

Rumah sakit Charite, tempat Alexei Navalny dirawat di Berlin

Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) hari Kamis (17/09) mengkonfirmasi bahwa Jerman telah secara resmi meminta "bantuan teknis" atas dugaan peracunan tokoh oposisi terkemuka Rusia, Alexei Navalny.

Pengawas senjata kimia global itu menyatakan telah mengirim tim ahli ke Jerman untuk mengumpulkan "sampel biomedis dari Navalny untuk dianalisis." OPCW menyebut pihaknya akan memberikan informasi terkait hasil analisisnya dengan Jerman.

Navalny dan Novichok

Berlin menyatakan memiliki bukti, bahwa Navalny diracuni pada 20 Agustus lalu dengan senjata kimia dari keluarga agen saraf canggih milik Rusia, yang dikenal sebagai Novichok.

"Kami yakin itu adalah racun dari kelompok Novichok," ujar Niels Annen, Wakil Menteri Luar Negeri Jerman kepada DW, Rabu (16/09).

"Sangat jelas bahwa ini adalah pelanggaran hukum internasional. Kredibilitas Rusia akan tercoreng oleh (kasus) ini," tambah wakil menlu Jerman itu.

"Laboratorium spesialis di Prancis dan Swedia telah mengkonfirmasi bukti bahwa Navalny telah diracun dengan Novichok," kata pihak berwenang Jerman pada Senin (14/09).

OPCW diberi perluasan kewenangan baru pada tahun 2018, untuk mengidentifikasi pelaku di balik serangan dengan senjata kimia. Mandat ini ditentang keras oleh Moskow.

Agen saraf pada 'botol air'

Sementara itu, tim Navalny mengatakan pada Kamis (17/09) bahwa mereka telah menemukan jejak Novichok pada botol air di kamar hotel yang ditinggali aktivis itu di Siberia.

Sebuah video yang diposting di akun Instagram Navalny menunjukkan anggota timnya menggeledah kamar di Hotel Xander di Tomsk pada 20 Agustus, satu jam setelah mereka mengetahui tokoh oposisi Rusia itu jatuh sakit dalam penerbangan ke Moskow.

"Diputuskan untuk mengumpulkan segala sesuatu yang bahkan secara hipotetis berguna dan menyerahkannya kepada para dokter di Jerman. Fakta bahwa kasus itu tidak akan diselidiki di Rusia cukup jelas," kata postingan itu.

Video tersebut menunjukkan anggota tim Navalny mengumpulkan beberapa botol kosong air mineral "Mata Air Suci", di antara barang-barang lainnya.

"Dua minggu kemudian, sebuah laboratorium Jerman menemukan jejak Novichok tepatnya di botol air dari kamar hotel Tomsk," ujar sebuah pernyataan lanjutan di postingan Instagram.

"Dan kemudian lebih banyak laboratorium yang mengambil analisis dari Alexei menegaskan bahwa agen saraf dari senjata kimia itulah yang meracuni Navalny. Sekarang kami mengerti: (upaya peracunan) itu dilakukan sebelum dia meninggalkan kamar hotelnya untuk pergi ke bandara."

Rusia mengatakan telah melakukan pemeriksaan pra-investigasi dan masih membutuhkan lebih banyak bukti sebelum membuka penyelidikan kriminal formal atas kasus tersebut.

ha/as (Reuters, AFP)

Laporan Pilihan