Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny Dalam Kondisi Koma Setelah Diracun? | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 20.08.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Rusia

Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny Dalam Kondisi Koma Setelah Diracun?

Politisi Rusia Alexei Navalny yang getol mengeritik presiden Vladimir Putin dibawa ke rumah sakit dan berada dalam kondisi kritis. Para pendukungnya menduga dia diracun karena kegiatan politiknya.

Alexei Navalny, 44 tahun, diberitakan merasa tidak enak badan dalam penerbangan kembali ke Moskow dari Tomsk, sebuah kota di Siberia. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di Omsk, kata juru bicara Navalny Kira Yarmysh lewat Twitter.

Kira Yarmysh juga mengatakan kepada stasiun radio Echo Moskvy bahwa Navalny, yang dikenal sebagai pengeritik Vladimir Putin,  pasti mengonsumsi sesuatu dari teh yang dia minum di kafe bandara, sebelum naik pesawat Kamis pagi (20/8). Selama penerbangan, Navalny mulai berkeringat. "Dia kemudian pergi ke kamar mandi dan kehilangan kesadaran”.

Alexei Navalny (Imago Images/Itar-Tass/S. Fadeichev)

Tokoh oposisi penantang Vladimir Putin, Alexei Navalny

"Sepertinya Putin melakukannya dengan sangat buruk, jika dia memutuskan untuk meracuni Navalny, '' kata sekutu dekat Navalny, Vladimir Milov.

Navalny saat ini dirawat di rumah sakit Omsk dan berada dalam kondisi koma dan kritis. Dokter di rumah sakit itu menolak memberi keterangan tentang diagnosisnya. Jaringan pendukung Navalny di Twitter mengatakan dia memang diracun.

Anatoliy Kalinichenko, wakil kepala dokter rumah sakit, mengatakan kepada wartawan bahwa Navalny berada dalam kondisi gawat, namun stabil. Kalinichenko mengatakan dokter sedang mempertimbangkan berbagai diagnosis, termasuk keracunan, tetapi menolak memberikan rincian dan mengutip undang-undang kerahasiaan data pasien yang harus ditaati dokter.

Navalny akan dibawa ke Jerman?

Kantor berita Rusia Tass melaporkan, polisi tidak mempertimbangkan keracunan yang disengaja, mengutip sumber anonim dari aparat hukum yang mengatakan "bukan tidak mungkin dia sendiri yang minum atau mengkonsumsi sesuatu kemarin.”

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, menanggapi hal itu lewat di Twitter dengan marah: "Inilah yang akan dilakukan propaganda negara sekarang - berteriak bahwa tidak ada keracunan yang disengaja, dia (melakukan sesuatu) secara tidak sengaja, dia (melakukannya) sendiri ''

Dokter prbadi Alexei Navalny, Yaroslav Ashikhmin. mengatakan kepada media independen Meduza bahwa dia mencoba mengatur pemindahan Navalny ke sebuah klinik di Hannover, Jerman, atau Strasbourg, Prancis. Dia mengatakan petugas medis di Eropa tidak hanya dapat menawarkan perawatan yang lebih baik, melainkan juga bisa mencari tahu dia diracun dengan apa.

Tahun lalu, Alexei Navalny juga pernah dilarikan ke rumah sakit dari penjara di mana dia menjalani hukuman. Dokter kemudian mengatakan dia mengalami serangan alergi yang parah dan memulangkannya kembali ke penjara keesokan harinya. Namum pendukung Navalny mengatakan ada yang mencoba meracuninya.

hp/as   (afp, rtr, interfax)

Laporan Pilihan