Berlin Ambil Haluan Konfrontatif Terhadap Rusia Dalam Kasus Peracunan Alexei Navalny | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.09.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Opini

Berlin Ambil Haluan Konfrontatif Terhadap Rusia Dalam Kasus Peracunan Alexei Navalny

Pemerintah Jerman keluarkan pernyataan tajam ke arah Rusia dan memanggil Dubes Rusia ke Kementerian Luar Negeri di Berlin. Inilah posisi paling keras Jerman terhadap pemerintahan Putin. Opini editor DW, Jens Thurau.

Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny (Getty Images/AFP/K. Kudryavtsev)

Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny

Reaksi Jerman belum pernah setegas ini. Sejak tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny dibawa ke rumah sakit Charite di Berlin 22 Agustus lalu, publik sudah menunggu apakah, dan bagaimana, pemerintah Jerman akan bereaksi terhadap aksi peracunan pengeritik rezim itu.

Thurau Jens Kommentarbild App

Editor DW, Jens Thurau

Saat itu, sudah banyak reaksi keras para politisi yang mengungkapkan kegusaran, namun Kanselir Jerman Angela Merkel dan Menteri Luar Negeri Heiko Maas ketika itu masih menahan diri dan bersikap menunggu penyelidikan otoritas Rusia. Namun sekarang, situasinya lain.

Pemerintah Jerman pertama-tama mengeluarkan pernyataan pers yang sangat jelas dan tidak bisa disalahartikan. Pernyataan itu menyebut bahwa peracunan Alexei Navalny "terbukti secara meyakinkan".

Sudah kelewat batas

Setelah itu, Menteri Luar Negeri Heiko Maas dan Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer muncul di hadapan wartawan dan mengatakan, Duta Besar Rusia diminta datang ke Kementerian Luar Negeri untuk "pembicaraan mendesak". Panggilan seorang dubes seperti itu adalah bentuk teguran diplomatik yang paling keras.

Setelah itu, Kanselir Angela Merkel sendiri yang muncul di depan pers untuk memberikan pernyataan tegas ke arah Rusia. Merkel berbicara tentang "percobaan pembunuhan melalui peracunan".

Alexei Navalny diterbangkan ke Berlin 22 Agustus 2020 dan dirawat di rumah sakit Charite (Reuters/C. Mang)

Alexei Navalny diterbangkan ke Berlin 22 Agustus 2020 dan dirawat di rumah sakit Charite

Reaksi ini menunjukkan bahwa bagi pemerintah Jerman, Rusia sudah bertindak kelewat batas: setelah invasi Krimea, pembunuhan oposan Rusia di Berlin, kampanye desinformasi Rusia dengan meretas jaringan email parlemen dan anggota pemerintahan, sekarang peracunan Navalny dengan agen saraf.

Harus ada reaksi keras

Tim dokter di Charite mengatakan, Alexei Navalny masih berada dalam kondisi serius, perlu alat bantu pernafasan, dan masih dibutuhkan perawatan dalam waktu lama. Pemerintah Jerman tentu memiliki data-data lebih jauh tentang kondisinya. Tapi peracunan dengan agen saraf memang berakibat sangat fatal.

Yang sekarang ditunggu adalah, langkah apa yang akan dilakukan Jerman dan mitra-mitranya di Uni Eropa? Moskow sekarang dituntut untuk mengusut para pelaku peracunan itu secara transparan dan tuntas. Tetapi jika itu tidak terjadi, langkah apa yang bisa dilakukan terhadap Rusia? Reaksi Presiden Putin jika berada di bawah tekanan sulit diprediksi. Yang jelas, di Belarusia, di Suriah, dan di berbagai kawasan lain, Rusia sedang menguatkan pengaruhnya.

Jika Jerman dan Eropa benar-benar menjunjung nilai-nilai demokrasi yang sering didengung-dengungkan, harus ada reaksi yang keras. Hari-hari dan minggu-minggu depan, kita akan lihat apa yang terjadi. (hp/vlz)

Laporan Pilihan