München Larang Penjualan Bir Jika Kasus Corona Meningkat | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 26.08.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

München Larang Penjualan Bir Jika Kasus Corona Meningkat

München akan batasi penjualan minuman beralkohol jika kasus baru corona melewati ambang batas yang ditetapkan. Aturan ini muncul seiring meningkatnya kasus baru di kota yang kerap dijuluki ibu kota bir Jerman.

Kota München akan membatasi penjualan minuman beralkohol dan melarang warga mengkonsumsinya di malam hari jika tingkat infeksi virus korona mencapai ambang batas tertentu, otoritas setempat mengumumkan aturan ini pada Selasa (25/08).

Jika jumlah infeksi yang dikonfirmasi per 100.000 penduduk meningkat di atas 35 kasus selama rentang tujuh hari, penjualan alkohol akan dilarang setelah pukul 9 malam. Mengkonsumsi alkohol di ruang publik juga dilarang setelah pukul 11 malam.

Sehari sebelumnya, München melaporkan 30,92 kasus COVID-19 baru per 100.000 penduduk dalam sepekan terakhir.

München dikenal sebagai surganya bir di Jerman. Kota ini pun jadi langganan diselenggarakannya festival bir tahunan Oktoberfest. Namun, tahun ini festival tersebut urung digelar karena pandemi corona.

"Keputusan itu sulit bagi kami semua," kata Wali Kota München Dieter Reiter. "Tetapi pada saat pandemi, yang pertama dan terpenting adalah melindungi penduduk dan sejauh mungkin menghindari langkah-langkah yang lebih memperparah."

Minum bir di tempat umum adalah tindakan yang legal dan sering dijumpai di Jerman, apalagi saat musim panas seperti sekarang ini. Selama pandemi orang-orang pun semakin banyak mengonsumsi minuman beralkohol, di mana sejumlah taman dan alun-alun di pusat kota München ramai dikunjungi warga.

Selama akhir pekan kemarin, beberapa daerah di utara kota Hamburg juga mengeluarkan larangan serupa, begitu juga dengan kota Bamberg di Bavaria.

rap/ha (dpa/AFP)

Laporan Pilihan