WHO: Konsumsi Alkohol di Rusia Turun 40% | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 02.10.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kesehatan

WHO: Konsumsi Alkohol di Rusia Turun 40%

Penurununan ini terkait dengan langkah pengendalian konsumsi alkohol yang diterapkan Presiden Vladimir Putin sekaligus mengkampanyekan gaya hidup sehat. Meningkatnya harapan hidup juga dikaitkan dengan tren ini.

Sejak tahun 2003, tingkat konsumsi alkohol di Rusia telah turun 43% menurut sebuah laporan yang diterbitkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada Selasa (01/10) kemarin.

"Rusia telah lama dianggap sebagai salah satu negara dengan peminum alkohol terberat di dunia," jelas laporan tersebut, menambahkan bahwa alkohol adalah penyumbang utama melonjaknya angka kematian di tahun 1990-an.

"Namun, dalam beberapa tahun terakhir tren ini berbalik."

Laporan WHO menunjukkan bahwa penurunan penyakit yang disebabkan alkohol di Rusia memberikan argumen kuat dalam menerapkan kebijakan yang efektif terkait alkohol sebagai cara untuk hidup yang lebih panjang dan juga sehat.

Presiden Rusia yang juga penggemar olahraga, Vladimir Putin, telah menggaungkan sejumlah langkah untuk mendorong masyarakat Rusia menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Langkah-langkah positif tersebut menghasilkan harapan hidup yang lebih panjang, yang meningkat di tahun 2018 lalu menjadi 68 tahun untuk pria dan 78 tahun untuk wanita. Pada awal tahun 1990-an, harapan hidup pria hanya mencapai usia 57 tahun.

Bagaimana Rusia melawan tren?

  • Meningkatkan pajak cukai alkohol
  • Menerapkan harga minimum vodka di tahun 2003 dan meningkatkannya secara bertahap
  • Meningkatkan harga minimum minuman beralkohol lainnya
  • Melarang penjualan alkohol di atas jam 11 malam selain di toko penjualan
  • Menghilangkan segala bentuk promosi penjualan minuman beralkohol
  • Membatasi ketersediaan alkohol di beberapa wilayah

Baca juga: Dokter: Tokoh Oposisi Rusia Alexei Navalny Kemungkinan Diracun

 

Razia minuman keras

Penurunan konsumsi juga didorong oleh menurunnya permintaan alkohol ilegal, penelitian menunjukkan.

"Penurunan tajam dalam mengkonsumsi alkohol pabrik rumahan, hasil selundupan, atau produksi alkohol ilegal di Rusia dikarenakan pemerintah mengadopsi kebijkaan pengendalian alkohol berbasis bukti," ujar Carina Ferreira-Borges dari WHO.

"Hasil ini menunjukkan bahwa langkah-langkah seperti pengenalan sistem monitoring, kenaikan harga, dan pembatasan ketersediaan alkohol ampuh untuk menyelamatkan banyak nyawa dan anggaran kesehatan. Saya yakn negara-negara lain di Eropa akan mengadopsi kebijakan serupa demi kesehatan masyarakatnya," lanjutnya.

Penelitian WHO sebelumnya menunjukkan orang dewasa di Rusia sekarang lebih sedikit meminum alkohol daripada orang dewasa yang ada di Jerman dan Prancis.

Larangan merokok

Sementara itu, larangan merokok di balkon pribadi mulai berlaku sejak Selasa (01/10) kemarin. Peraturan yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Dmitry Medvedev ini, melarang kegiatan apa pun yang berhubungan dengan api di balkon rumah atupun hotel.

"Dalam 60% kasus yang ada, penyebab kebakaran di balkon dikarenakan kecerobohan merokok," Kementerian Darurat Rusia menyampaikannya pekan lalu, menambahkan bahwa hal tersebut tidak dimaksudkan untuk menyudutkan para perokok.

Lebih dari 2.000 kasus kebakaran di balkon terjadi sepanjang tahun ini.

rap/vlz (AFP)

Laporan Pilihan