Dikenal Sebagai Bangsa Peminum Bir, Makin Banyak Orang Jerman Minum Bir non Alkohol | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.08.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Dikenal Sebagai Bangsa Peminum Bir, Makin Banyak Orang Jerman Minum Bir non Alkohol

Jerman dikenal sebagai bangsa peminum bir. Ada ratusan jenis bir, dan ada orang yang sejak sarapan sudah minum bir. Tapi sekarang ada kecenderungan baru: minum bir non alkohol.

Jerman terkenal di seluruh dunia karena konsumsi bir yang tinggi. Belakangan, makin banyak orang Jerman yang memilih minum bir bebas alkohol, kata survei perusahaan riset pasar yang dirilis di Berlin, Kamis (8/8).

Bir dan campuran bir bebas alkohol merebut pangsa pasar sampai 6,5 persen pasar tahun lalu di Jerman. Naik lebih dua kali lipat dibanding sepuluh tahun lalu. Angka penjualannya terus naik.

"Non alkohol adalah satu-satunya variasi bir yang menunjukkan kenaikan pangsa pasar setiap tahun selama 10 tahun terakhir," kata peneliti pasar Marcus Strobl dari biro konsultan pemasaran terbesar, Nielsen.

Konsumsi bir di Jerman saat ini sekitar 5 liter per kepala, naik dari lima tahun lalu yang hanya mencapai 4 liter. Angka-angka didasarkan pada angka penjualan di pasar, tidak termasuk konsumsi bir di pub, klub, dan restoran-restoran.

Bierdosen mit alkoholfreiem Bier (picture alliance/dpa)

Dikonsumsi berbagai usia

Marcus Strobl mengatakan, bir non alkohol sekarang dikonsumsi oleh berbagai usia. "Alasan untuk minum bir non alkohol sekarang sudah makin meluas (di kalangan konsumen)," katanya.

Sampai tahun 2000, konsumen utama bir non alkohol adalah para pengemudi kendaraan. Namun sejak 2010, generasi muda mulai menggemari campuran-campuran baru "yang menekankan sifat isotonik dan lebih mengarah pada minuman olahraga."

Sekarang, berbagai produsen bir menawarkan bir non alkohol dengan berbagai macam variasi, misalnya dicampur dengan soda buah atau limun. Bir non alkohol dipandang sebagai alternatif untuk minuman ringan tradisional seperti Cola dan Fanta.

hp/na (dpa)