Dokter: Ibu Hamil Mungkin Bisa Tularkan Corona Kepada Bayinya | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 06.02.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

virus corona

Dokter: Ibu Hamil Mungkin Bisa Tularkan Corona Kepada Bayinya

Ibu yang hamil kemungkinan bisa menularkan virus Corona kepada bayi dalam kandungannya, kata doktrer di Wuhan, Cina. Namun belum ada bukti tentang teori itu.

Dokter Zeng Lingkong dari Rumah Sakit Anak di Wuhan mengatakan, ada kemungkinan seorang ibu hamil menularkan virus corona kepada bayi yang dilahirkan. Dalam kasus aktual, seorang bayi yang dilahirkan tanggal 2 Februari dinyatakan positif mengidap virus corona setelah 30 jam kemudian menjalani tes.

Kondisi bayi itu saat ini stabil dan tidak menunjukkan gejala sakit seperti batuk atau demam. Namun pemeriksaan sinar-X menunjukkan tanda-tanda infeksi dan ada beberapa kelainan pada fungsi hati.

"Ini mengingatkan kita untuk memperhatikan rute penularan virus corona dari ibu ke anak," kata Zeng Lingkong, yang mengepalai departemen neonatal di Rumah Sakit Anak Wuhan.

Rumah sakit itu juga mengumumkan rincian kasus kedua yang melibatkan bayi yang lahir sehat pada 13 Januari lalu. Pengasuh bayi kemudian didiagnosis mengidap virus corona, dan ibunya juga beberapa hari kemudian. Bayi itu mulai menunjukkan gejala sakit pada 29 Januari.

"Apakah pengasuh bayi yang menularkan virus ke ibu, yang lalu menularkannya kepada bayinya, tidak bisa kami pastikan saat ini. Tetapi kita dapat memastikan bahwa bayi itu melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksivirus corona, ini bukti bahwa bayi yang baru lahir juga dapat terinfeksi," kata Zeng Lingkong.

Pasien virus corona di rumah sakit di Wuhan, Cina

Pasien virus corona di rumah sakit di Wuhan, Cina

Kasus infeksi di kapal pesiar bertambah

Ada 10 kasus infeksi baru di kapal pesiar Princess Diamond yang sedang dikarantina di Yokohama, kata Kementerian Kesehatan Jepang. Jumlah total infeksi di Jepang bertambah menjadi 45 kasus.

Sekitar 3.700 penumpang dan anggota kru Princess Diamong di karantina di atas kapal pesiar, setelah seorang penumpang dari Hong Kong hari Sabtu lalu (1/2) dipastikan mengidap virus Corona.

Ratusan orang juga dikarantina di kapal pesiar World Dream di Hong Kong untuk hari kedua, setelah para pejabat di Cina memberi tahu operator kapal pesiar bahwa tiga penumpang sebelumnya telah dites positif terkena virus corona. Kapal pesiar itu tiba di Hong Kong pada Rabu pagi (4/2) setelah para pejabat di Taiwan menolak kapal itu merapat.

Pihak berwenang Hong Kong mengatakan, 33 karyawan World Dream menunjukkan gejala virus corona. Tiga anggota kru yang menderita demam dinyatakan positif terkena influenza tipe B dan dirawat di rumah sakit. 27 karyawan lainnya yang masih dalam karantina dilaporkan memiliki berbagai gejala flu ringan, termasuk batuk dan sakit tenggorokan, sementara hasil untuk 32 staf dinyatakan negatif.

Kapal pesiar Diamond Princess Yokohama, Jepang

Kapal pesiar Diamod Princess di pelabuhan Yokohama, Jepang

Rata-rata 74 kematian sehari

Pihak berwenang Cina mengatakan, jumlah kematian akibat virus corona mencapai 563 di seluruh negeri, dengan 28.018 orang dipastikan terinfeksi. Komisi Kesehatan Nasional Cina mengatakan, rata-rata 73 orang meninggal dalam interval 24 jam.

Negara-negara di seluruh dunia telah mengevakuasi warganya keluar dari kota Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran wabah. Virus corona diduga merebak di pasar makanan laut di Wuhan yang dikenal menjual banyak hewan eksotis untuk konsumsi.

Kasus corona mirip dengan penyebaran wabah sindrom pernafasan akut parah SARS. Antara tahun 2002-2003 virus ini menginfeksi 8.000 orang. 800 orang meninggal dunia di seluruh dunia. Merebaknya SARS dikaitkan dengan konsumsi daging eksotis lainnya. Virus corona berasal dari keluarga virus yang sama dengan virus SARS.

hp/vlz (rtr, ap, afp)

Laporan Pilihan