Akhir Bulan Ini, Cina dan Beberapa Negara Lainnya Gelar Latihan Militer Bersama di Rusia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 10.09.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Cina - Rusia

Akhir Bulan Ini, Cina dan Beberapa Negara Lainnya Gelar Latihan Militer Bersama di Rusia

Cina dan Rusia akan menggelar latihan militer bersama pada akhir bulan ini. Beberapa negara lain yang ikut berpartisipasi dalam Latihan ´Kaukus 2020´ itu diantaranya Armenia, Belarus, hingga Pakistan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping dalam sebuah video konferensi pada tahun 2019 (picture-alliance/dpa/Sputnik/S. Mamontov)

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping

Cina dan Rusia akan mengambil bagian dalam latihan militer besama pada akhir bulan ini di wilayah Rusia selatan.

Negara lain yang akan bergabung dalam latihan militer ini adalah Armenia, Belarusia, Iran, Myanmar, dan Pakistan.

Kementerian Pertahanan Cina mengumumkan pada Kamis (10/09), Latihan ‘Kaukus 2020’ akan mengerahkan kendaraan perang dan persenjataan untuk diterbangkan ke lokasi latihan menggunakan pesawat angkut terbaru milik Cina.

Latihan militer bersama itu akan berlangsung pada 21-26 September mendatang.

Seluruh negara yang bergabung akan fokus pada taktik bertahan, pengepungan dan kendali, serta memaksimalkan komando di medan perang.

Hubungan Cina – Rusia makin erat

Latihan gabungan itu memiliki arti khusus bagi hubungan bilateral Cina dan Rusia.

Pemerintah Cina menyebut kegiatan ini menjadi “momen penting ketika seluruh dunia tengah berjuang melawan pandemi”.

Sejak membangun ‘kemitraan strategis yang komprehensif’ dua dekade lalu, Cina dan Rusia telah menjalin kerja sama militer dan diplomasi, yang sebagian besar dimaksudkan untuk melawan pengaruh Amerika Serikat (AS).

Pasukan militer kedua negara tersebut telah mengadakan latihan bersama secara teratur. Keduanya juga saling mendukung atas berbagai masalah termasuk Suriah dan Korea Utara.

ha/vlz (AP)

Laporan Pilihan