Untuk Keempat Kalinya, Bashar al-Assad Menangkan Pemilu Presiden Suriah | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 28.05.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Suriah

Untuk Keempat Kalinya, Bashar al-Assad Menangkan Pemilu Presiden Suriah

Bashar al-Assad melanggengkan jabatannya setelah memperoleh 95,1% suara. Hasil resmi pemilu presiden Suriah tersebut diyakini tidak akan memadamkan kritik negara-negara Barat.

Presiden Suriah Bashar al-Assad

Hasil penghitungan suara pemilu presiden Suriah menunjukkan 95,1% mendukung Bashar al-Assad

Bashar al-Assad berhasil memenangkan pemilu untuk keempat kalinya. Ia kembali terpilih menjadi Presiden Suriah setelah mengantongi 95,1% suara. Hasil pemilu diumumkan Ketua Parlemen Suriah Hammoud Sabbagh pada Kamis (27/05). Jumlah pemilih 78,66% atau sekitar 14 juta berpartisipasi dalam pemilihan.

Pemerintah Suriah melalui akun Twitter resminya menuliskan: "Bashar al-Assad memenangkan pemilihan Presiden Republik Arab Suriah setelah memperoleh 95,1% suara di dalam dan di luar Suriah."

Kemenangan besar itu memberikan kesempatan bagi Assad untuk melanggengkan jabatannya selama tujuh tahun ke depan.

Pemerintah Assad mengklaim pemilu yang telah berlangsung menunjukkan bahwa Suriah masih dalam keadaan normal, meski tengah menghadapi konflik yang telah berlangsung selama satu dekade, yang menewaskan ratusan ribu orang dan 11 juta orang terpaksa mengungsi.

AS ragukan hasil pemilu

Para pejabat di Amerika Serikat dan Eropa mempertanyakan keabsahan pemungutan suara, dengan mengatakan pemilu itu melanggar resolusi PBB yang berusaha menyelesaikan konflik Suriah. Mereka juga mengeluhkan kurangnya pemantauan internasional dalam pemilihan umum Suriah.

Suka cita di Damaskus, Suriah

Pendukung Assad turun ke jalan untuk merayakan kemenangannya

Hanya tiga orang yang diizinkan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Suriah. Assad bersaing dengan mantan menterinya, Abdullah Salum Abdullah dan anggota lama dari kelompok oposisi yang direstui pemerintah, Mahmoud Ahmad.

ha/gtp (AP, Reuters, dpa)

Laporan Pilihan