1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Balap MotoGP di Lombok, NTB
Balap MotoGP di Lombok, NTBFoto: Achmad Ibrahim/AP Photo/picture alliance
OlahragaIndonesia

Antusiasme MotoGP Untungkan Sektor Pariwisata Lombok

21 Maret 2022

Ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, baru saja digelar. Pariwisata di Lombok seolah bangkit lagi setelah pandemi. Pengamat berharap agar gairah wisata ini dapat berlanjut.

https://www.dw.com/id/antusiasme-motogp-untungkan-sektor-pariwisata-lombok/a-61197200

Setelah absen selama 25 tahun, Indonesia akhirnya kembali menjadi tuan rumah MotoGP yang dilaksanakan di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perhelatan yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut ini mendatangkan angin segar baru bagi sektorpariwisata Lombok yang terimbas pandemi selama 2 tahun terakhir.

Pemerintah pusat bahkan turut menyiapkan hunian tambahan demi mengantisipasi kurangnya fasilitas hotel di kawasan Lombok. Salah satunya dengan menyulap kapal laut untuk dijadikan hunian, tenda glamping dan rumah penduduk juga dijadikan penginapan sementara.

Salah satu penonton MotoGP Mandalika asal Jakarta, Roswita (35) mengatakan dirinya selalu ingin menonton MotoGP langsung. Namun baru kesampaian saat ini ketika MotoGP hadir di negeri sendiri.

"Saya beli tiket MotoGP dari bulan lalu. Saya ingin lihat langsung euforia menonton langsung mendengar suara bising knalpot balap, riuh penonton dan ingin lihat sirkuit yang katanya indah itu," kata dia kepada DW Indonesia.

Ia mengaku sulit mendapatkan tiket pesawat dan hotel mengingat jadwal padat dan diperebutkan puluhan ribu penonton. "Harga naik 2 kali lipat untuk pesawat. Penginapan juga dapatnya di Lombok Timur, agak jauh dari venue karena di mana-mana semua penuh," kata dia.

Di tengah Kota Lombok, ujar dia, kemacetan terjadi di berbagai jalan protokol menuju tempat pertandingan. Sementara di restoran di pinggir jalan ia juga harus antre. "Saya memang mau beli merchandise original MotoGP baik kaos, topi atau pernak-pernik lainnya. Ya semoga ada event balap lainnya jadi ramai terus, saya sih ingin ada balap mobil Formula 1, kalau ada saya ke sini lagi," ujarnya. 

Sebelum diadakan di Mandalika, Indonesia pernah menjadi tuan rumah gelaran MotoGP pada 26-28 September 1997 di Sentul International Circuit, Jawa Barat. Namun, situasi keamanan dan krisis monteter kala itu membuat Indonesia memutuskan berhenti menjadi tuan rumah gelaran MotoGP.

Mendongkrak kinerja UMKM

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meyakini ajang MotoGP Indonesia 2020 akan bermanfaat bagi kebangkitan ekonomi terutama dalam mendongkrak kinerja UMKM yang berada di kawasan Mandalika, Lombok.

"Kita juga melihat bahwa pelaksanaan MotoGP Mandalika 2022 ini menjadi momentum membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Selain itu ada kemudahan-kemudahan melalui digitalisasi yang sudah dilakukan dan juga promosi," ujar Sandiaga Jumat lalu. Menurutnya, pameran ini diikuti oleh 300 pelaku UMKM dan berhasil meraih angka penjualan hingga Rp1,2 miliar.

Pengamat Pariwisata NTB, Lalu Abdul Hadi Faishal, mengatakan hadirnya kegiatan MotoGP menjadikan NTB bagai memasuki era baru dari masa suram selama 2 tahun terakhir karena pandemi COVID-19.

"Tiga hari ini lalu lintas padat di Lombok, baik restoran, tempat wisata, kuliner dan budaya itu semua penuh mendadak, dari sama sekali kosong selama pandemi ini," katanya kepada DW Indonesia.

Ia memperkirakan ada sekitar 67.000 pengunjung lokal maupun mancanegara hadir untuk menonton pertama kali pertandingan balap MotoGP di sirkuit anyar Mandalika. Kenaikan di sektor hunian bisa mencapai 1500 persen dalam tiga hari ini.

Berdasarkan data, ujar dia, NTB yang memiliki ketersediaan kamar hotel sebanyak 17.000 kamar tak lagi mampu menampung penonton yang datang dari berbagai penjuru nusantara. "Bahkan yang tidak kebagian tiket pun datang hanya untuk melihat-lihat dan liburan di sekitar Lombok," kata dia.

Selain itu, MotoGP juga merupakan momentum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bangkit dari keterpurukan. Setidaknya tercatat 2000 UMKM berkibar di sekitar Lombok menjual berbagai pernak pernik khas lokal dan MotoGP.

"Paling laku itu topi dan kaos bergambarkan Mandalika dan MotoGP. Pengunjung pasti beli untuk sekadar berswafoto di patung Jokowi menaiki motor," kata dia.

Jangan hanya semusim

Faishal berharap, keramaian Lombok tak hanya saat MotoGP digelar namun bisa berkelanjutan di masa mendatang.

"Semoga pemerintah mendatangkan ajang balap berkelas lainnya, seperti formula 1, parade Ferrari sehingga UMKM bisa mengikuti kalender event secara berkala," kata dia yang juga berharap ditayangkannya MotoGP di televisi dan streaming online dapat menjadi promosi gratis bagi Lombok.

Hal senada disampaikan, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, yang menilai dampak positif dari perhelatan MotoGP ini ekonomi daerah NTB jadi terakselerasi setelah terkena dampak pandemi.

"Penonton yang datang langsung, kru, hotel, restoran, penjual makanan, dan UMKM pada umumnya akan mendapat manfaat positif. Termasuk juga industri penerbangan dan transportasi lainnya," ujar dia.

Namun dampak positif tersebut harus dipertahankan di masa depan dengan terus menghidupkan Sirkuit Mandalika dengan lomba balap motor lainnya dan juga dikreasikan dengan ajang budaya dan pameran NTB agar dampak ekonomi menjadi lebih besar lagi. 

"Jangan sampai hanya musiman saja, upaya yang lainnya adalah penyiapan SDM daerah yang kreatif dan adaptif dengan dunia pariwisata, sehingga sirkuit dan event MotoGP sesungguhnya hanyalah pembuka potensi NTB, selanjutnya memaksimalkan potensi pariwisata daerah agar dikenal luas wisatawan dalam dan luar negeri," ujarnya.

Sirkuit dengan nama Pertamina Mandalika International Street Circuit ini diresmikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada 12 November 2021 dengan panjang 4,3 kilometer. Dibangun di lahan seluas 1.035 hektare, sirkuit ini memiliki 17 tikungan yang terdiri dari 11 mengarah ke kanan dan lainnya ke kiri.

Area tempat duduk penonton di Sirkuit Mandalika diperkirakan berkapasitas 50.000 penonton sementara area berdiri bisa menampung 138.000 orang. Disebutkan juga sirkuit ini mempunyai 40 garasi paddock untuk tim balap.

Pembangunan Sirkuit Mandalika menelan biaya Rp1,1 triliun yang dibangun menggunakan teknologi Stone Mastic Asphalt (SMA) atau dikenal aspal terbaik di dunia. Beberapa sirkuit di dunia yang menggunakan aspal ini antara lain yaitu Sirkuit Silverstone (UK), Sirkuit Dubai (UAE) dan sirkuit Phillip Island di Australia. (ae/hp)