Ahok Akan Hapus Fasilitas Kartu Kredit Dewan Direksi hingga Manajer di Pertamina | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 16.06.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Ekonomi

Ahok Akan Hapus Fasilitas Kartu Kredit Dewan Direksi hingga Manajer di Pertamina

Menurut Ahok, fasilitas kartu kredit para petinggi Pertamina memiliki potensi penyalahgunaan yang besar dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan pihaknya akan menghapus fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi, komisaris, hingga manajer.

Ahok menyatakan keputusan ini sudah disetujui oleh semua pihak dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Mulai dari dewan direksi hingga komisaris tak ada yang menolak usulan penghapusan fasilitas kartu kredit.

"Secara lisan, para dekom (dewan komisaris) dan dewan direksi tidak ada yang keberatan di RUPS atau menolak usulan penghapusan kartu kredit korporasi," kata Ahok melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (15/06).

Disetujui Menteri BUMN

Bahkan, Menteri BUMN Erick Thohir juga dikatakan Ahok sudah setuju dengan rencana penghapusan kartu kredit korporasi ini.

"Itu teknik operasional. Prinsipnya Pak Menteri setuju, tetapi karena dalam RUPS diwakili surat kuasa, tidak spesifik bicara setuju," kata Ahok.

Ahok belum menjelaskan apakah kebijakan ini sudah dibuat aturan internalnya atau belum. Meski begitu, Ahok menegaskan sejak RUPS Pertamina kemarin, dirinya telah melarang fasilitas kartu kredit.

Dia pun sudah meminta yang memiliki kartu kredit perusahaan segera menutupnya atau mengembalikannya kepada perusahaan. "Kemarin saya sudah sampaikan di RUPS. 'Mulai hari ini tidak boleh makai kartu kredit perusahaan lagi', segera ditutup dan kembalikan," tegas Ahok.

Apa alasan di balik keputusan Ahok untuk menghapus fasilitas kredit pejabat Pertamina?

Potensi penyalahgunaan yang besar

Ahok menjelaskan fasilitas kartu kredit ini memiliki potensi penyalahgunaan yang besar. Dia menyebut pemakaiannya bisa tidak tepat sasaran. Di sisi lain, fasilitas ini menurutnya tak memiliki imbas untuk memajukan kinerja perusahaan.

"Kontrol dari kemungkinan pemakaian yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan," ungkap Ahok.

Bahkan, perusahaan besar lainnya, Astra misalnya tidak pernah memiliki fasilitas semacam ini. Yang jelas, Ahok menegaskan pihaknya saat ini ingin merapikan semua pengeluaran keuangan, jangan sampai ada pemborosan.

"Swasta model Astra aja tidak pernah diberikan kartu korporasi. Semua sedang dirapikan pengeluaran uang," kata Ahok.

Detikcom sempat bertanya kepada Ahok mengenai apa saja potensi pemakaian kartu kredit yang tidak tepat, seperti yang dikatakannya. Namun dia enggan menjawab, hal itu jajaran direksi lebih tahu katanya.

"Tanya ke direksi aja yang tahu," kata Ahok. (Ed: gtp/ha)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Gebrakan Baru Ahok di Pertamina: Hapus Kartu Kredit Komisaris-Manajer

Laporan Pilihan