Tak Ada Rencana Hentikan Sekolah Tatap Muka, Ancaman Omicron Jadi Sorotan | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 25.01.2022

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Tak Ada Rencana Hentikan Sekolah Tatap Muka, Ancaman Omicron Jadi Sorotan

Pemerintah memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dilanjutkan. Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia meminta kebijakan PTM ditinjau ulang, terutama untuk anak di bawah 12 tahun.

Indonesien Schule während Corona

Situasi pembelajaran tatap muka di SDN 09 Pondok Kelapa

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap akan dilanjutkan. Kebijakan khusus akan diambil jika terjadi hal-hal luar biasa.

"Pembelajaran (tatap muka) sampai saat ini tetap dilaksanakan, kalau ada hal-hal yang luar biasa akan diambil keputusan tersendiri," paparnya dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin (24/01).

"Jadi kita tidak ada rencana untuk menghentikan sekolah tatap muka," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi COVID-19 pada anak 6-11 tahun. Menurutnya, anak-anak bersama lansia dan pengidap komorbid tergolong rentan terhadap risiko penularan. 

"Saran saya pada pemerintah tolong ditinjau ulang kebijakan PTM terutama untuk anak-anak di bawah 12 tahun ini," saran dr Erlina dalam konferensi pers 'Perkembangan Terkini kasus COVID-19 varian Omicron', Senin (24/01).

"Karena memang sekarang peningkatan kasus melonjak, mungkin sabar sedikit anak 6-11 tahun ini jangan PTM dulu tunggu sampai terjadinya COVID-19 Omicron ini terkendali," terangnya. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam evaluasi PPKM mengatakan, risiko peningkatan kasus Omicron berpeluang terjadi paling tinggi di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Karenanya, cakupan vaksinasi booster COVID-19 di wilayah ini akan menjadi salah satu prioritas.

"Vaksinasi untuk lansia terutama, yang sangat rawan untuk masuk rumah sakit dan wafat, dan juga untuk vaksinasi anak yang rawan sebagai sumber penularan karena mereka yang akan terkena," kata Menkes. (pkp/ha) 

 

Baca selengkapnya di: detiknews

Tak Ada Rencana Hentikan Sekolah Tatap Muka, Ancaman Omicron Jadi Sorotan

Laporan Pilihan