Enam Arahan Terkini Jokowi Usai Kasus Omicron Melonjak di RI | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 19.01.2022

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Enam Arahan Terkini Jokowi Usai Kasus Omicron Melonjak di RI

Presiden Joko Widodo menyampaikan enam poin arahan, menyusul melonjaknya kasus Omicron di Indonesia. Warga diminta untuk tetap waspada, jauhi tempat keramaian, hingga diimbau untuk tidak ke luar negeri.

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo meminta warga untuk tetap tinggal di dalam negeri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah arahan terkini menyusul kenaikan kasus Omicron di Indonesia. Warga diminta tetap waspada namun tidak panik.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/01). Jokowi mengawali pernyataannya dengan menyinggung mengenai tren kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia akibat Omicron.

Berikut sejumlah arahan terkini yang disampaikan Jokowi:

1. Minta warga waspada, tapi tak panik

Arahan pertama Jokowi kepada masyarakat dalam menghadapi Omicron ini adalah mengenai kewaspadaan. Kendati demikian, Jokowi mengimbau masyarakat tidak panik.

"Oleh sebab itu, kita semua harus waspadai tren ini, namun tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan kepanikan," ujar Jokowi.

2. Jangan jemawa

Jokowi juga menyampaikan mengenai hasil studi WHO soal Omicron. Jokowi menyebut varian Omicron memang lebih mudah menular, namun gejala lebih ringan.

"Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya boleh tanpa harus dirawat di rumah sakit. Tapi sekali lagi kita harus waspada. Jangan jemawa dan jangan gegabah," kata Jokowi.

3. Kurangi kegiatan di pusat keramaian

Selain itu, Jokowi berpesan kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di pusat keramaian. Para pekerja juga diminta untuk bekerja dari rumah.

"Oleh karena itu, bapak, ibu, saudara-saudara yang tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian. Dan untuk mereka yang bisa kerja dari rumah, WFH, lakukanlah kerja dari rumah," imbuh Jokowi.

4. Jangan ke luar negeri

Hal lain yang disampaikan Jokowi mengenai larangan sementara ke luar negeri. Jika tak ada kepentingan mendesak, warga diminta tetap tinggal di dalam negeri.

"Dan saya minta untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan penting dan mendesak," tutur Jokowi.

5. Protokol kesehatan tetap dijaga

Jokowi juga tak henti-hentinya mengingatkan mengenai protokol kesehatan. Masker diminta selalu digunakan.

"Bapak, ibu dan saudara sekalian, saya tidak akan pernah bosan untuk terus ingatkan gunakan masker, jaga jarak, dan jangan lupa cuci tangan. Intinya ikuti protokol kesehatan dengan disiplin," ujar Jokowi.

6. Minta warga segera booster

Lebih lanjut, Jokowi meminta warga yang sudah menerima dua kali vaksin untuk segera mencari vaksin booster. Dia kembali menegaskan vaksin gratis untuk semua masyarakat.

"Hal penting lainnya di masa pandemi adalah vaksinasi. Yang belum dapat vaksin, segeralah untuk divaksin. Yang sudah dapat vaksin pertama, segera vaksin untuk yang kedua. Yang sudah 2 kali vaksin segera cari vaksin ketiga, vaksin booster. Semua gratis karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semua," papar Jokowi.

Laporan kasus COVID-19 per 18 Januari 2022

Pemerintah kembali memperbarui data terkait kasus corona di Indonesia. Pada Selasa (18/01) kemarin, dilaporkan ada tambahan 1.362 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Dengan tambahan tersebut, jumlah total kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini menjadi 4.273.783 kasus. Dari 1.362, DKI terbanyak menyumbang kasus harian, yakni 670. Disusul Jabar 292 kasus.

Dari jumlah tersebut, 9.564 masih positif corona (kasus aktif). Dilaporkan juga, ada 564 orang di Indonesia yang sembuh dari COVID-19. Jumlah total yang telah sembuh dari corona sebanyak 4.120.036 orang.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 9 pasien positif corona di Tanah Air meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah total pasien positif COVID-19 yang meninggal sebanyak 144.183 orang. (Ed: ha/pkp)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

6 Arahan Terkini Jokowi Usai Kasus Omicron Melonjak di RI

Laporan Pilihan