Lebih dari Seribu Sekolah Selama PTM Terbatas Jadi Klaster COVID, Ini Kata Nadiem | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 24.09.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Lebih dari Seribu Sekolah Selama PTM Terbatas Jadi Klaster COVID, Ini Kata Nadiem

Kemendikbudristek mengungkap ada 1.303 sekolah menjadi klaster COVID-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, terbanyak di Jawa Barat. Nadiem sebut tak akan setop PTM meski klaster Corona bermunculan.

Uji coba belajar tatap muka di Jakarta, 7 April 2021

Uji coba belajar tatap muka di Jakarta, 7 April 2021

Sejumlah klaster penyebaran Corona yang diduga dipicu pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah mulai bermunculan. Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan belajar tatap muka di sekolah tak akan disetop.

"Itu terus kita monitor, itu temuannya. Bukan berarti PTM-nya akan diundur, masih harus jalan, terbuka, tapi sekolahnya masing-masing kalau ada kasus klaster ya harus ditutup segera, memang seperti itu," kata Nadiem di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/09/).

Nadiem mengatakan tidak akan menghentikan belajar tatap muka meski klaster Corona di sekolah mulai bermunculan. Menurutnya, sekolah bakal ditutup sementara jika ada klaster Corona yang ditemukan.

"Tidak, tidak (dihentikan). PTM terbatas masih dilanjutkan, prokes harus dikuatkan dan sekolah-sekolah di mana ada situasi seperti itu harus ditutup segera sampai aman," ujar Nadiem.

Seribuan sekolah jadi kluster COVID-19

Lebih dari seribu sekolah menjadi klaster COVID-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di seluruh Indonesia. Terbanyak ditemukan di Jawa Barat, sedangkan 25 klaster ditemukan di DKI Jakarta.

Temuan ini diungkap oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam survei yang dipublikasikan di situsnya. Tercatat 1.303 sekolah menjadi klaster COVID-19.

Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri, mengatakan masih terus mengupayakan aktivitas PTM terbatas yang aman.

"Anak-anak bisa tetap belajar dari rumah jika orang tua belum yakin dan belum memberikan izin untuk mengikuti PTM Terbatas. Saya tekankan bahwa tidak ada proses menghukum dan diskriminasi bagi anak-anak yang belajar dari rumah," kata Jumeri.

Hingga Kamis (23/09, berikut sebaran klaster sekolah yang ditemukan.

Provinsi Jawa Barat: 150 klaster

Provinsi Jawa Tengah: 131 klaster

Provinsi Nusa Tenggara Timur: 104 klaster

Provinsi Sumatera Utara: 52 klaster

Provinsi Sumatera Barat: 51 klaster

Provinsi Kalimantan Barat: 50 klaster

Provinsi Kalimantan Tengah: 49 klaster

Provinsi Banten: 44 klaster

Provinsi Lampung: 43 klaster

Provinsi D.I. Yogyakarta: 41 klaster

Provinsi Sulawesi Selatan: 33 klaster

Provinsi Sumatera Selatan: 32 klaster

Provinsi Nusa Tenggara Barat: 32 klaster

Provinsi Papua: 31 klaster

Provinsi Aceh: 30 klaster

Provinsi Jambi: 30 klaster

Provinsi Kalimantan Selatan: 29 klaster

Provinsi Riau: 29 klaster

Provinsi D.K.I. Jakarta: 25 klaster

Provinsi Kalimantan Timur: 19 klaster

Provinsi Sulawesi Tengah: 18 klaster

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: 16 klaster

Provinsi Gorontalo: 15 klaster

Provinsi Bengkulu: 15 klaster

Provinsi Kepulauan Riau: 13 klaster

Provinsi Kalimantan Utara: 9 klaster

Provinsi Papua Barat: 9 klaster

Provinsi Bali: 9 klaster

Provinsi Maluku: 8 klaster

Provinsi Sulawesi Utara: 8 klaster

Provinsi Maluku Utara: 6 klaster

Provinsi Sulawesi Tenggara: 5 klaster

Provinsi Sulawesi Barat: 2 klaster

Berdasarkan jenjang pendidikan, berikut rincian klaster sekolah yang ditemukan.

PAUD

Sebanyak 1,91 persen ditemukan atau 251 klaster Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di klaster ini terdapat 956 guru dan 2.006 peserta didik yang terinfeksi.

SD

Sebanyak 2,7 persen atau 538 klaster ditemukan di jenjang Sekolah Dasar. Sebanyak 3.166 guru dan 6.928 siswa terinfeksi.

SMP

Ada 244 klaster atau 3,42 persen di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Sebanyak 1.482 guru dan 2.201 siswa terinfeksi.

SMA

Sebanyak 109 Sekolah menengah Atas atau 4,55 menjadi klaster COVID-19. Total 1.482 guru dan 2.201 siswa terinfeksi.

SMK

Sekolah menengah kejuruan menyumbang 3,07 persen atau 71 klaster, dengan 605 guru terinfeksi dan 1.590 siswa terinfeksi.

SLB

Sekolah luar biasa menyumbang 3,27 persen atau 13 klaster. Total 135 dan 112 siswa terinfeksi. (Ed: gtp/)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Seribuan Sekolah Jadi Klaster COVID-19, 25 Ditemukan di DKI

Klaster COVID Sekolah Mulai Muncul, Nadiem Tegaskan PTM Tak Akan Disetop

Laporan Pilihan