1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Yunani Gagal Bentuk Pemerintahan

Pertemuan Presiden Papoulias dengan kepala partai-partai terpenting tidak membuahkan hasil. Yunani harus menggelar pemilu baru.

Menurut kantor kepresidenan Yunani, upaya terakhir pembentukan pemerintahan mengalami kegagalan. Sekarang, negara yang dililit krisis ekonomi ini harus melangsungkan pemilu baru. Rabu (16/05), direncanakan digelar pertemuan pembentukan pemerintahan transisi. Jadwal pemilu baru akan diumumkan kemudian.

Segala upaya untuk membetuk pemerintahan setelah pemilu parlemen 6 Mei tidak membuahkan hasil. Sebelumnya, Presiden Papoulias mengusulkan untuk mengisi kabinetnya dengan para pakar, seperti di Italia, untuk mengakhiri kebuntuan politik di Athena. Dikhawatirkan, gagalnya pembentukan pemerintah akan menyebabkan semakin kuatnya para penentang paket penghematan dari Uni Eropa dan IMF.

Dan kekhawatiran semakin besar bahwa Yunani akan benar-benar bangkrut dan meninggalkan Zona Euro. Ketua Partai Sosialis Evangelos Venizelos menyebutnya sebagai “konsisi buruk“ untuk pemilu baru. Beberapa menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan negara, dikatakan Venizelos tanpa menyebutkan nama. Papoulias memperingatkan, bulan Juni mendatang dapat saja menjadi “bulan tragedi“ bagi Yunani.

Setelah gagalnya pembentukan pemerintahan Yunani, kurs mata uang Euro merosot cukup besar, jatuh di bawah ambang 1,28 US Dollar mencapai titik terendah $ 1,2771 per 1 Euro. Sementara indeks saham Jerman hanya mengalami sedikit penurunan. Yang paling dirugikan oleh situasi ini adalah saham bank-bank besar, seperti Deutsche Bank dan Comerzbank.

Menteri Luar Negeri Jerman menyatakan kekhawatirannya, “Ini adalah pukulan besar bagi tumbuhnya kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam niat Yunani untuk melakukan reformasi.“ Kini, keputusan yang akan dicapai di Athena bukan saja mengenai pemerintahan baru Yunani tapi juga “komitmen warga Yunani kepada Eropa dan Euro“.

yf (dpa/afp/rtr)

Laporan Pilihan