1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

"Top Kill" Gagal Hentikan Semburan Minyak

Upaya terakhir BP untuk menanggulangi bencana pencemaran minyak di Teluk Mexiko mengalami kegagalan. Metode bernama "Top Kill" itu tidak berhasil menghentikan semburan minyak. Bencana lingkungan kini semakin memburuk

default

Minyak mulai mencemari bibir pantai di negara bagian Louisiana

Harapan akan berakhirnya bencana lingkungan di Teluk Mexiko untuk kesekian kalinya kembali sirna. Pada Sabtu malam (30/5), kepala insinyur BP di lokasi bencana di Teluk Mexiko, Doug Suttles menghadap wartawan dan mengaku, „Setelah tiga hari penuh mempraktikan metode "Top Kill", kami masih gagal menghentikan semburan minyak."

Nyaris lima juta liter lumpur dipompa ke dalam lobang pengeboran yang terletak di kedalaman 15000 meter. Namun pada akhirnya semua untuk upaya menutup kebocoran urung membuahkan hasil.

Sebelumnya sejumlah pengamat mengibaratkan metode "Top Kill" layaknya pertarungan di atas ring antara dua petinju kelas berat, terkadang yang satu di atas angin, sesekali giliran yang lain mendominasi.

Nyatanya memang tidak setetes minyak pun dapat menyembur keluar ketika para insinyur BP memompa lumpur ke dalam lobang pengeboran dengan tekanan tinggi. Namun sebaliknya ketika tekanan tersebut dikurangi, minyak kembali menyembur keluar.

Padahal pakar perminyakan BP beberapa hari lalu masih menyebut "Top Kill" sebagai metode yang paling berpeluang dalam upaya menanggulangi bencana pencemaran minyak di Teluk Mexiko.

Obama "kecewa" dan "marah"

Presiden Direktur BP Tony Hayward bahkan memperkirakan, "Top Kill" memiliki peluang keberhasilan sebesar 70 persen. Namun kini upaya tersebut gagal total.

Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengungkapkan, ia merasa "kecewa" dan "marah" atas kegagalan BP menutup lubang pengeboran. Hingga kini diperkirakan sedikitnya 150 juta liter minyak telah mencemari perairan di Teluk Mexiko.

BP kini meminta izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk memotong pipa yang tersambung ke lobang pengeboran dan menutup bagian tersebut dengan kubah baja yang nantinya diharapkan dapat mengalihkan semburan minyak ke dalam kapal tanker.

Auf der Website des BP-Konzerns ist am Mittwoch (26.05.2010) das Live-Video einer TV-Kamera zu sehen, die zeigt, wie im Golf von Mexiko Öl aus einem Leck strömt, abfotografiert in Frankfurt am Main. Seit dem Untergang der Ölplattform Deepwater Horizon vor rund fünf Wochen strömt hier massenweise Öl ins Meer. Experten von BP prüfen aktuell, ob das Leck durch einen Beschuss mit Schlamm endlich zum Versiegen gebracht werden kann. Foto: Marius Becker dpa +++(c) dpa - Bildfunk+++

Minyak mentah menyembur keluar dari sejumlah pipa yang tersambung ke lubang pengeboran di Teluk Mexiko. Perusahaan minyak BP kembali gagal menghentikan semburan minyak



Upaya serupa mengalami kegagalan beberapa pekan lalu. Lagipula metode tersebut disiapkan untuk meredam semburan minyak dan bukan menghentikannya. Kali ini peluang keberhasilan diperkirakan jauh membaik, ujar Doug Suttles, „tapi yang jelas kami tidak dapat menjamin keberhasilannya," tambahnya.

Suttles menambahkan, Metode tersebut dapat menyedot sebagian besar semburan minyak, tapi tidak semuanya karena kubah tidak dapat 100 persen menutup rapat lubang pengeboran. Proses pengerjaan kubah tersebut akan memakan waktu tiga sampai empat hari, atau mungkin malah lebih.

Untuk kesekian kalinya BP gagal memberikan kabar positif dari Teluk Mexiko. Juga pernyataan Mary Landry dari satuan penjaga pantai Amerika Serikat pada sabtu malam lalu tidak mengisyaratkan adanya sikap optrimis „Tidak ada metode ajaib yang dapat menutup lubang pengeboran."

Upaya terakhir bulan Agustus

Dan setiap hari ratusan ribu liter minyak mentah mencemari air tanpa bisa dihentikan. Bencan lingkungan di Teluk Mexiko setiap harinya semakin memburuk. Kini semakin banyak pula hewan laut yang menjadi korban pencemaran minyak.

Para pakar BP memperkirakan, semburan minyak baru dapat dihentikan paling lambat bulan Agustus. Menurut rencana BP akan melakukan pengeboran paralel menuju lokasi timbunan minyak untuk mengurangi tekanan di dalam lubang pengeboran.

Sementara itu satuan penjaga pantai memperkirakan, sekitar 240 kilometer garis pantai di negara bagian Louisiana telah tercemar hamparan minyak. Pemerintah setempat kini telah melarang para nelayan untuk menjaring ikan di hampir seperempat wilayah perairan di Teluk Mexiko.

Sejumlah nelayan yang ikut membantu membersihkan air dari hamparan minyak mentah, kini dilaporkan telah dilarikan ke rumah sakit lantaran adanya dugaan keracunan.

Bencana lingkungan di Teluk Mexiko berawal dari tenggelamnya anjungan pengeboran lepas pantai, "Deepwater Horizon" pada 20 April lalu. Bencana tersebut dinilai oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai yang terburuk dalam sejarah. Bencana serupa pernah terjadi tahun 1989, ketika kapal tanker "Exxon Valdez" karam di perairan Alaska dan mencemari air dengan 41 juta liter minyak mentah.

Klaus Kastan/Rizki Nugraha
Editor: Asril Ridwan

Laporan Pilihan