1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Suriah Tarik Pasukannya dari Hama

Tentara Suriah terus menggempur para pemrotes, terutama di Deir al-Zur. Selain itu, Kamis (11/08), Saraqeb dan Qusayr menjadi sasaran serbuan. Sementara, Rabu (10/08), pemerintah menarik pasukannya dari Hama.

default

Panser-panser milik pasukan pemerintah di Deir al-Zur

Setelah Hama dan Deir al-Zur. tentara Suriah mulai menggempur kota-kota lain. Tank-tank, truk dan bus yang mengangkut serdadu memasuki Kota Saraqeb di Provinsi Idlib yang berbatasan dengan Turki. Mereka menyisir rumah-rumah dan menahan lebih dari 100 orang, termasuk diantaranya 35 anak-anak.

Sementara, di Kota Qusayr, di Provinsi Homs, para penduduk melarikan diri ke kebun-kebun guna menghindari serbuan. Sambungan komunikasi dalam kota diblokir.

Sebelumnya, selama berminggu-minggu, Kota Hama menjadi pusat aksi protes dan simbol bagi perlawanan rakyat Suriah. Kini, tentara pemerintah ditarik dari kota itu. Tugas telah terpenuhi, demikian diumumkan pihak militer. Rabu (10/08), sekitar 60 perwakilan media digiring pemerintah ke kota itu. Kepada mereka, ditunjukkan gedung-gedung polisi yang terbakar. Menurut keterangan resmi, pembakaran disulut oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Seorang koresponden media Perancis memberitakan, puluhan kendaraan militer, yang dipenuhi oleh serdadu meninggalkan Kota Hama. Koresponden itupun dibiarkan berbicara dengan penduduk. Warga berterimakasih, bahwa pasukan keamanan telah kembali menjalankan tugas sebagai penjaga ketertiban dan ketenangan.

Turkipun menegaskan penarikan tentara tersebut. Utusan Turki, hari Selasa (09/08), mengunjungi Hama. Seorang perwakilan dari kubu oposisi mengemukakan lewat sambungan telefon, "Sebagian besar tank-tank kini menyebar di sekitar kota, namun sebagian lagi masih di dalam kota. Di tank-tank itu tergantung gambar Presiden Bashar al-Assad, dan tertulis: "Kami adalah tentara Assad" dan "Assad atau tidak siapapun". Lebih dari 70% pengungsi tak kembali. Tak ada kehidupan normal lagi di Kota Hama."

Pada puncak aksi protes, tersisa hanya sekitar setengah juta penduduk yang berunjukrasa menentang pemerintah. Sejak akhir Juli lalu, tentara pemerintah menggempur Hama dengan panser-pansernya. Sejumlah orang tewas dan beberapa orang ditahan.

Sebagaimana hari-hari terakhir di Hama, pemerintah kini menyeruduk Kota Deir al-Zur, yang merupakan sarang aksi protes di timur negara itu. Menurut kubu oposisi, di kota itu, militer mengalokasikan 200 pansernya, kaum penentang ditangkapi. Namun hal itu belum dapat dikonfirmasi. Di bagian-bagian lain negara itu, juga dilaporkan terjadi serbuan militer. Diantaranya di beberapa kawasan yang berbatasan dengan Turki.

Rabu malam (10/08), usai tarawih, sejumlah demonstran turun ke jalan dan menuntut pemerintah mundur. Video dari telefon genggam yang merekam aksi tersebut, disebut-sebut diambil dari Allepo dan Homs.

Tetapi, bila dibandingkan dengan awal aksi protes, jumlah pengunjuk rasa terlihat berkurang. Demikian juga jumlah rekaman aksi protes dari telefon genggam. Tak jelas, apakah oposisi melemah atau hanya menarik diri. Pada Jumat (12/08), yang merupakan Jumat kedua di bulan Ramadhan, akan ada kejelasan.

Suriah menunjukan diri tak terpengaruh oleh tekanan protes internasional. Juga Rabu (10/08), perwakilan pemerintah di Damaskus untuk kebjiakan internasional menyebutkan, "Kami akan terus melawan teroris dan kelompok bersenjata, serta mengembalikan ketertiban di Suriah."

Jens Wiening

Editor : Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan