1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rezim Assad Tidak Sepenuhnya Tepati Janji

Sekjen PBB Ban Ki Moon menuduh pemerintah Suriah tidak sepenuhnya memenuhi komitmen yang disepakati dalam rencana perdamaian. Janji penarikan militer dan gencatan senjata tidak ditepati.

Dalam pernyataan tertulisnya kepada Dewan Kemanan PBB, Ban Ki Moon mengatakan, penarikan tentara dari kota-kota dan penghentian penggunaan senjata berat belum sepenuhnya dilaksanakan. Pemerintah Suriah di bawah Presiden Bashar al Assad dituntut untuk membuktikan dengan jelas bahwa gencatan senjata dilakukan sesuai dengan kesepakatan. Ban lebih lanjut mengatakan, bahwa insiden kekerasan kembali meningkat dengan tajam dalam beberapa hari terakhir. Baik Assad maupun pihak oposisi sebelumnya telah menjamin untuk menepati rencana perdamaian yang diusulkan Utusan Khusus PBB Kofi Annan.

Walaupun pemerintah Suriah tidak menerapkan rencana perdamaian, masih ada “kesempatan untuk kemajuan,“ ditambahkan Ban Ki Moon. Bagaimanapun sangat penting bahwa Assad menepati janji penarikan pasukan.

Generalsekräter Ban Ki Moon UN in Jakarta Portrait

Sekjen PBB Ban Ki Moon UN

Pengamat bagi Suriah

Sekjen PBB Ban Ki Moon merekomendasikan agar Dewan Keamanan PBB menyetujui pengiriman 300 pengamat ke Suriah, yang antara lain akan mengawasi proses gencatan senjata di sana. Mengingat situasi saat ini dan luasnya wilayah, tidaklah cukup untuk hanya mengerahkan 250 pengamat. Ban Ki Moon juga mendesak Uni Eropa untuk mendukung misi pengamat ini dengan menyediakan pesawat terbang dan helikopter. Satu kelompok kecil pengamat sudah bertugas di Suriah sejak hari Minggu (15/04).

Rezim Assad menolak peningkatan misi PBB di Suriah.Menteri Luar Negeri Suriah Walid al Muallim dalam kunjungnnya di Beijing, Cina, mengatakan, tidak diperlukan penambahan anggota pengamat. Juga misi pengamat tidak memerlukan pesawat terbang atau helikopter untuk mengawasi gencatan senjata.

Kekerasan Terus Berlangsung

Rakyat Suriah berharap banyak dengan kedatangan tim pengamat di negara mereka. Namun, satu insiden di pinggiran kota Damaskus, Rabu (18/04), menunjukkan, juga PBB tampaknya tidak mampu berbuat banyak seperti halnya Liga Arab. Saat kendaraan yang ditumpangi anggota misi PBB melintasi Arbeen, pasukan Suriah melepaskan tembakan ke arah warga sipil. Demikian dilaporkan oposisi Suriah. Sebuah video yang dipublikasikan di intertet menunjukkan sedikitnya tiga kendaraan milik PBB terlihat saat orang-orang berlindung mencari perlindungan. Dilaporkan, sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka akibat insiden ini. Pimpinan misi PBB belum meberikan tanggapan atas insiden ini. Tim pengamat hanya akan memberikan laporan kepada PBB, dikatakan kepala misi Ahmed Himiche.

Yuniman Farid (dpa/rtr/dap)

Editor: Andy Budiman

Laporan Pilihan