1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Gencatan Senjata di Suriah Mulai Rapuh?

Militer Suriah dilaporkan terus menyerang markas besar pemberontak di Homs. Dengan demikian gencatan senjata yang berlaku sejak 12/04 kembali rapuh. PBB meningkatkan jumlah pengamat di Suriah.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem Rabu (18/04) mengatakan, rencana penugasan 250 pengamat internasional adalah jumlah „yang beralasan dan logis“ untuk mengawasi gencatan senjata di negaranya. Hal itu menyusul pernyataan PBB yang mengatakan mungkin dibutuhkan pasukan dan angkatan udara lebih besar.

Gencatan senjata itu berlangsng di sejumlah kawasan di Suriah, setelah Presiden Bashar al-Assad berjanji untuk melakukannya pekan lalu. Tapi di markas besar oposisi seperti Homs, Hama, Idlib dan Deraa, militer rezim Suriah terus melakukan serangan dan gempuran terhadap pemberontak dengan menggunakan senjata berat.

U.N. observers, led by Moroccan Col. Ahmed Himmiche, left, leave the Sheraton Hotel in Damascus, Syria, Monday, April 16, 2012. An advance team of U.N. observers on Monday was working out with Syrian officials the ground rules for monitoring the country's 5-day old cease-fire, which appeared to be rapidly unraveling as regime forces pounded the opposition stronghold of Homs with artillery shells and mortars, activists said. (Foto:Bassem Tellawi/AP/dapd)

Misi pengamat PBB untuk Suriah

Moualem yang berbicara lewat penerjemah Bahasa Inggris dalam konferensi pers di Beijing mengatakan, ia tidak tahu mengapa diperlukan lebih banyak pengamat. Lebih lanjut menlu Suriah itu mengatakan, jika perlu Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat menggunakan kekuatan udara Suriah.

DK/rtr/dpa