Warga AS Inginkan Perubahan Politik Luar Negeri | Sosial | DW | 19.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Warga AS Inginkan Perubahan Politik Luar Negeri

Warga Amerika Serikat merasa dunia tidak aman lagi. Demikian pendapat mayoritas warga Amerika Serikat dalam jajak pendapat sebuah institut independen 'Public Agenda’.

default

Penelitian yang berlangsung bulan September lalu, melakukan jajak pendapat melalui telepon kepada 1.000 warga Amerika Serikat yang berusia di atas 18 tahun. 80 persen responden warga Amerika Serikat percaya bahwa situasi bagi negara mereka memburuk di seluruh dunia. Warga Amerika Serikat menuding perang Irak, ancaman terorisme, tendensi Islam radikal dan ketergantungan Amerika Serikat terhadap sumber energi negara asing bertanggung jawab atas perkembangan negatif di negara mereka.

Dalam beberapa bagian, para responden juga melihat hubungan timbal balik antara politik luar negeri pemerintahan Bush dan rasa tidak aman yang semakin meningkat bagi Amerika Serikat. 78 persen responden jajak pendapat mengatakan, di luar negeri Amerika Serikat memiliki citra sebagai kekuatan yang angkuh. Sementara 87 persen berpendapat, keamanan nasional Amerika Serikat akan terpengaruh jika negara lain memiliki pendapat yang negatif atas Amerika Serikat dan kultur mereka.

Bagaimana pun juga, 52 persen responden menyatakan, demokrasi mengurangi bahaya konflik bersenjata dan kekerasan terorisme. Sebuah posisi, di bawah Presiden Bush tahun-tahun terakhir ini diangkat menjadi asumsi ideologi pusat. Namun lebih banyak lagi warga, yaitu 64 persen, yang tidak sependapat bahwa demokrasi dapat diatur dari luar.

Beberapa pertanyaan sekaligus diajukan mengenai tema Irak. Hasilnya menunjukkan, bahwa sebagian besar warga Amerika Serikat semakin frustasi atas perkembangan yang terjadi di sana. Hanya 20 persen yang masih percaya bahwa Amerika Serikat dapat melakukan banyak hal bagi pembangunan demokrasi di Irak. Responden yang memberikan nilai yang baik atas politik pemerintahan Amerika Serikat di Irak dan Afganistan, jumlahnya kurang dari 30 persen. Juga para responden mayoritasnya memberikan nilai buruk bagi pemeliharaan hubungan baik antara Amerika Serikat dan negara-negara Muslim oleh pemerintahan Bush.

Politik luar negeri dan masalah keamanan, menurut Michael O’Hanlon dari Brookings Institute, saat ini berada pada peringkat teratas pada skala kepentingan warga Amerika Serikat. Kepercayaan warga Amerika Serikat hanya dapat didapatkan oleh mereka yang dapat meyakinkan bahwa mereka benar-benar dapat melindungi. Hanya siapa yang dengan jelas memiliki rencana yang meyakinkan tentang penugasan pasukan Amerika Serikat, maka mereka lah yang akan mendapatkan kepercayan itu. Demikian diungkapkan O'Hanlon.

Tanggal 7 November mendatang di Amerika Serikat akan digelar pemilihan parlemen baru. Pihak oposisi dari Partai Demokrat berada di posisi unggulan berdasarkan jajak pendapat. Dalam tema perang Irak, di kalangan partai belum terdapat kesepakatan. Sementara Partai Republik tetap menolak untuk menarik mundur pasukan dalam waktu dekat.