Viral! Video Hiu di Akuarium Restoran Malaysia Pancing Kemarahan | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 03.07.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Media Sosial

Viral! Video Hiu di Akuarium Restoran Malaysia Pancing Kemarahan

Video seekor hiu sirip hitam yang terkurung dalam akuarium di restoran di Malaysia memicu kemarahan publik di internet. Pasalnya akuarium tersebut terlihat sangat kecil dan tidak layak menjadi tempat tinggal hiu.

Video sepanjang delapan detik tersebut diambil oleh seorang penyelam yang kebetulan mampir ke restoran di luar wilayah Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam video itu sanghiu terlihat gelisah dan berenang bolak-balik di akuarium yang "panjangnya nyaris tidak sampai 2 meter dengan kedalaman dan lebar kurang dari satu meter."

Hingga Senin (02/07), video itu telah ditonton 17.000 kali dan dibagikan 283 kali dan mendapatkan banyak komentar bernada kemarahan.

"Lepaskan binatang malang itu. Ini sangat absurd dan primitif," komentar Nicky Cooper di Facebook.

"Bagaimana orang bisa masuk ke tempat itu dan makan dan minum di sana?"

Saat berita ini ditulis, postingan di Facebook telah dihapus. 

Hiu sirip hitam dapat ditemukan di perairan tropis dengan temperatur hangat di sepanjang pantai seluruh dunia mulai dari Samudera Atlantik, India hingga Pasifik.

Hiu jenis ini bisa tumbuh hingga mencapai 2,4 meter dengan berat mencapai 100 kilogram menurut situs National Geographic.

Karena seringnya diburu untuk kepentingan komersial, badan konservasi internasional (IUCN) mengkategorikan hiu jenis ini sebagai hiu yang terancam keberadaannya.

Presiden Nature Society Malaysia, Henry Goh, mengatakan kepada AFP, "hiu seharusnya hidup di alam liar dan harus dibiarkan hidup di sana, di laut bebas."

Binatang ini biasanya diburu oleh nelayan untuk diambil siripnya. Sirip hiu dianggap sebagai makanan lezat oleh sebagian orang di Asia dan sering disajikan sebagai sup di jamuan makan mahal.

ae/vlz (AFP)

Laporan Pilihan