1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Brasilien - Corona-Impfstoff wird in Brasilien getestet
Foto: Allan Carvalho/NurPhoto/picture-alliance
KesehatanJerman

Vaksinasi Jerman Diprediksi Berlangsung hingga 2022

30 Oktober 2020

Penasihat imunologi Thomas Mertens mengatakan proses vaksinasi virus corona di Jerman akan memakan waktu hingga 2022. Ia mengingatkan mereka yang gagal mendapatkan vaksin pertama berpotensi mengambil jalur hukum.

https://p.dw.com/p/3kd38

Ketua komisi pengawasan vaksinasi Jerman, Thomas Mertens mengatakan pemberian suntikan vaksin untuk 83 juta orang yang tinggal di Jerman dapat memakan waktu hingga 2022.

"Meskipun vaksin akan segera tersedia, pemberian vaksinasi untuk seluruh penduduk pada akhir 2021, menurut saya, tidak akan selesai," kata Mertens kepada Funke Media Group.

Mertens yang merupakan kepala dari 18 anggota Komite Tetap untuk Vaksinasi (Stiko) di Robert Koch Institute (RKI), badan kesehatan publik Jerman untuk pengendalian dan pencegahan penyakit, juga memperingatkan soal "butuh waktu lama" untuk perubahan yang nyata.

"Misalnya, jika Anda memvaksinasi 100.000 orang sehari - dan ini merupakan tantangan - akan membutuhkan 150 hari untuk memvaksinasi 15 juta orang," kata Mertens, menjelaskan upaya besar-besaran yang diperlukan untuk memberikan vaksinasi kepada semua orang di Jerman.

Siapa yang lebih dahulu divaksin?

Mertens menambahkan, prioritas publik untuk orang-orang yang rentan terpapar COVID-19, misalnya orang tua, seperti yang baru-baru ini disarankan oleh Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, dikhawatirkan dapat menyebabkan perselisihan.

“Bisa saja mereka yang tidak mendapat kesempatan pertama, akan menempuh jalur hukum,” ungkap Mertens.

Transportasi dan penyimpanan dosis akan menjadi faktor penting, kata Mertens, serta "pendirian pusat vaksinasi regional, dokumentasi vaksinasi simultan di seluruh negeri, dan evaluasi aspek keamanan."

Komunikasi yang baik, yang ditargetkan pada setiap kelompok umur dan orang-orang dari semua tingkat pendidikan, akan sangat menentukan "penerimaan sebesar mungkin" untuk distribusi vaksin, tambahnya.

ha/rap (epd, Reuters, AFP)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait