Studi: Vaksinasi COVID-19 di Jerman Selamatkan Ribuan Nyawa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.08.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Studi: Vaksinasi COVID-19 di Jerman Selamatkan Ribuan Nyawa

Badan pengendalian pandemi Jerman, Robert Koch Institute (RKI), menemukan bahwa vaksin memiliki tingkat efektivitas tinggi terhadap virus corona. Jerman sedang mencari cara terbaik untuk meningkatkan vaksinasi di sana.

Pakar kesehatan menyebut vaksinasi membantu Jerman keluar dari pandemi

Pakar kesehatan menyebut vaksinasi membantu Jerman keluar dari pandemi

Studi terbaru yang dirilis oleh badan pengendalian pandemi Jerman, Robert Koch Institute (RKI), menunjukkan bahwa vaksinasi massal virus corona di negara itu telah mencegah ribuan kematian.

Laporan yang diterbitkan pada Jumat (06/08), menemukan bahwa vaksinasi telah mencegah 38.000 kematian selama terjadinya "gelombang ketiga" virus corona di Jerman. Lebih dari 706.000 kasus infeksi baru berhasil dicegah karena masyarakat telah disuntik vaksin.

Model perhitungan di atas dihitung berdasarkan data dari 6,5 bulan terakhir kampanye vaksinasi massal Jerman tahun ini.

Vaksinasi disebut mencegah lebih dari 76.000 orang dirawat inap, dan membuat hampir 20.000 orang tidak dirawat di unit perawatan intensif.

RKI menemukan bahwa vaksinasi memiliki tingkat efektivitas yang tinggi terhadap virus. Laporan juga menunjukkan bahwa vaksinasi akan "membantu kita keluar dari pandemi."

45 juta orang di Jerman divaksinasi penuh

Otoritas Jerman saat ini sedang mencari cara terbaik untuk meningkatkan vaksinasi di negara itu, di tengah munculnya varian delta yang lebih menular.

Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan pada Sabtu (07/08) bahwa lebih dari 45 juta orang di Jerman telah divaksinasi penuh, atau 54,5% dari populasi. Sementara itu, sebanyak 51,8 juta orang di Jerman, atau 62,3%, telah menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona.

Spahn baru-baru ini merekomendasikan vaksinasi untuk anak berusia 12 hingga 17 tahun, tetapi gagasan tersebut belum didukung oleh regulator vaksin nasional STIKO.

"Mendapatkan vaksin adalah keputusan pribadi, tetapi juga keputusan yang mempengaruhi kita semua sebagai sebuah komunitas. Setiap individu akan menentukan seberapa baik kita semua akan melewati musim gugur dan musim dingin," kata Spahn lewat Twitter-nya.

Kontroversi kebijakan vaksinasi

Negara-negara Eropa lainnya antara lain Prancis dan Italia, telah menerapkan kebijakan yang mewajibkan warganya untuk membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi atau pulih dari COVID-19 untuk memasuki ruang publik, seperti restoran.

Warga pun memprotes keras keputusan tersebut. Warga percaya bahwa kebijakan tersebut melanggar kebebasan mereka.

Di Jerman, pengikut gerakan Querdenker (pemikir lateral) turun ke jalan menentang aturan pembatasan dan vaksin virus corona.

Beberapa politisi Jerman juga telah menentang bahwa vaksinasi virus corona adalah kewajiban.

Andrew Ullman, anggota Partai Demokrat Bebas (FDP) yang pro pasar bebas di parlemen Jerman (Bundestag), mengatakan kepada outlet Deutschlandfunk pada Sabtu (07/08) bahwa meskipun dia mendukung vaksinasi, tetapi dia yakin bahwa wajib vaksin bukanlah kebijakan yang efektif.

Jumlah kasus baru baru COVID-19 di dunia

Jumlah kasus baru baru COVID-19 di dunia

rap/pkp (AP, dpa)

Laporan Pilihan