Uni Eropa, AS dan Rusia ajak Iran berantas penyelundupan obat bius | dunia | DW | 04.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Uni Eropa, AS dan Rusia ajak Iran berantas penyelundupan obat bius

Hari Rabu di Berlin, berlangsung Konferensi Internasional tingkat Menteri membahas kerjasama melawan terorisme. Hadir di sana Menteri Dalam Negeri Amerika Serikat, Rusia dan Jerman, serta Komisaris Uni Eropa Franco Frattini.

Uni Eropa, Amerika Serikat dan Rusia ingin mengajak Iran bekerjasama mengatasi penyelundupan obat bius dari Afghanistan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Jerman Wolfgang Schäuble selaku wakil Dewan Uni Eropa, seharusnya semua negara tetangga berpartisipasi dalam upaya ini. Schäuble juga mengatakan,

"Kami sudah membahas langkah untuk melawan terbentuknya generasi baru pelaku terorisme dan terjadinya proses radikalisasi dalam masyarakat. Hal ini berhubungan erat dengan masalah integrasi dan migrasi. Kami juga membahas tindakan konkret untuk mengatur arus dana secara global agar pendanaan kegiatan-kegiatan terorisme bisa terus dikebiri atau sama sekali ditiadakan.“

Keterangan Wolfgang Schäuble juga terkait dengan meluasnya perkebunan opium di Afghanistan. Uni Eropa, Rusia dan Amerika Serikat khawatir karena perdagangan opium merupakan salah satu sumber pendanaan organisasi kriminal dan kegiatan terorisme.

Tahun lalu petani opium Afghanistan menghasilkan 92 persen dari seluruh produksi opium di dunia. Selain melalui upaya memperkuat pemerintahan di Afghanistan, menteri-menteri yang berunding di Berlin itu menilai situasi di Afghanistan akan berangsur stabil, bila petani diberikan alternatif penghasilan agar berhenti menanam opium.

Disamping itu, Iran perlu diajak bekerjasama agar penyelundupan narkoba dapat dihentikan. Pendapat ini juga dipromosi Menteri Dalam Negeri Rusia, Raschid Nurgalijew,

„Permasalahan Afghanistan sangat kompleks. Perlu ada upaya membuka lapangan kerja baru, memberikan bantuan dana dan mengembangkan penjagaan perbatasan yang bisa diandalkan, supaya selesai masalah itu.“

Sementara Komisaris Uni Eropa mengatakan, produksi opium di di Afghanistan tidak boleh dilegalisasi. Bahkan, juga tidak sebagai bahan dasar pembuatan obat-obatan.

Menteri yang bertanggung jawab untuk keamanan Amerika Serikat, Michael Chertoff memperingatkan, bila kelompok-kelompok teroris memiliki opium itu, maka dari hasil perdagangan gelapnya mereka juga bisa membeli bom nuklir. Michael Chertoff,

„Kami juga membahas pentingnya mengajak semua negara untuk turut membangun struktur yang bisa mengidentifikasi keberadaan bahan radio aktif dan nuklir agar kami bisa melakukan intervnsi sebelum ada pihak yang menggunakannya.

Chretoff mengingatkan, sudah ada 13 negara yang bergabung dalam inisiatif untuk melawan terorisme senjata nuklir yang digulirkan oleh Presdien AS, George W Bush dan Presiden Russia Vladimir Putin.

Dalam konferensi pers pada hari Rabu sore, tema-tema seperti seperti perbedaan antara Uni Eropa dan Rusia dan Amerika Serikat dalam perang melawan teror tidak dibicarakan. Bahkan tampaknya Rusia menerima definisi terorisme yang sama. Selanjutnya atas saran Rusia akan dibentuk kelompok kerja bersama untuk mengkoordinasi perang melawan teror itu.

Iklan