Trump Klaim Punya Bukti Virus COVID-19 dari Laboratorium Wuhan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 01.05.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Trump Klaim Punya Bukti Virus COVID-19 dari Laboratorium Wuhan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim ia memiliki bukti bahwa virus corona berasal dari laboratorium penelitian Cina. WHO kembali ia serang.

Donald Trump mengklaim ia "melihat bukti" kaitan antara virus corona dengan Institut Virologi di Kota Wuhan, Cina. Presiden AS Donald Trump mengatakan hal ini kepada wartawan di Gedung Putih di Washington, AS. 

Ketika ditanya oleh wartawan: "Pernahkah Anda melihat sesuatu pada titik ini, yang membuat Anda yakin bahwa virus itu berasal dari Institut Virologi Wuhan?" Presiden Trump menjawab: "Ya, sudah,” tetapi ia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut.

Kepala laboratorium di Wuhan, Yuan Zhiming, dengan tegas sudah membantah tuduhan tersebut beberapa hari lalu.

Ancaman tarif baru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengatakan bahwa dia mengancam tarif baru bagi dan perjanjian perdagangan dengan Cina.

Dikutip dari Reuters Jumat (1/5), tudingan tajam Trump terhadap Cina mencerminkan rasa frustasinya atas pandemi corona yang telah menyebabkan puluhan ribu orang di Amerika Serikat meninggal dunia, pelemahan ekonomi dan mengancam peluangnya untuk terpilih kembali dalam pemilihan presiden November mendatang.

Ketika ditanyakan tentang laporan bahwa dia bisa menghentikan kewajiban pembayaran ke Cina atas asal virus corona, Trump mengatakan dia bisa memberlakukan "tarif hukuman" pada Cina. Dia sudah melakukan ini dalam konflik perdagangan dengan Beijing.

Trump kembali serang WHO

Trump juga kembali mengecam Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Dia membandingkan WHO dengan "agen hubungan masyarakat untuk Cina".

"Anda (WHO) seharusnya tidak membuat alasan untuk orang yang sudah membuat kesalahan besar," kata Trump, "Anda seharusnya malu."

Trump telah menunda memberi kontribusi keuangan AS kepada WHO dalam masa krisis corona.

Menolak temuan intelejennya sendiri

Trump mengabaikan temuan intelijen AS dan tidak ingin mengkonfirmasi informasi dari koordinator intelijen eksekutifnya sendiri, Richard Grenell, yang telah mengumumkan bahwa dinas rahasia, seperti kebanyakan ilmuwan, berasumsi bahwa virus corona baru adalah patogen alami dan bukan buatan manusia.

Trump mengatakan ada banyak teori dan Amerika Serikat sedang meneliti asal usulnya. "Kami akan mencari tahu," tandasnya.

Beredar rumor bahwa virus SARS-CoV-2 bisa saja dilepaskan secara tidak sengaja di laboratorium di Wuhan atau bahkan sengaja dibuat. Institut Virologi Wuhan adalah rumah bagi bank virus terbesar di Asia

ap/yf(dpa, afp, rtr)

Laporan Pilihan