Tim Nomor 6 - Pasukan Elit AS | dunia | DW | 06.05.2011
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tim Nomor 6 - Pasukan Elit AS

2.400 tentara dari satuan marinir Amerika, SEAL, termasuk dalam kategori terbaik di seluruh AS, dan Tim Nomor 6 adalah kelompok elitnya. Biasa beroperasi secara rahasia, satuan elit ini tiba-tiba menjadi kepala berita.

default

Seorang anggota SEAL dalam latihan tempur

Tim Nomor 6 lah yang membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, dalam persembunyiannya. Tim ini merupakan kelompok elit marinir AS, SEAL, yang terdiri dari 2400 tentara. "50% pelamar tidak lolos, jadi jika seseorang masuk Tim 6 SEAL, maka ia adalah yang terbaik di antara yang paling baik," kata Ryan Zinke.

Lebih dari 20 tahun ia bergabung dalam SEAL, singkatan dari Sea, Air, Land, atau laut, udara, darat, menunjuk bahwa tentara satuan khusus ini bertugas di segala medan. Zinke menghabiskan sebagian besar masa tugasnya dalam Tim 6, komando anti terorisme. Pelatihan yang ia lalui antara lain berenang jarak panjang di lautan lepas, latihan tempur satu minggu dengan waktu untuk tidur secara keseluruhan dua jam, dan sekolah anti teror khusus.

Ryan Zinke mengatakan pada CNN, "Orang-orang ini adalah profesional, mereka menyerang sasaran jika ada ancaman." Jika tidak ada ancaman, mereka juga tidak menyerang, tambah Zinke. Tim 6 diasah lewat pertempuran bertahun-tahun, mereka sudah melakukan ratusan operasi militer. Ryan Zinke antara lain diterjunkan ke Balkan, tahun '90-an. Di sana, ia memburu penjahat perang, setelah perang Bosnia berakhir.

Dewasa ini, Afghanistan merupakan salah satu tujuan utama misi SEAL dan Tim 6. Menurut pemberitaan media, di negara itu komando anti teror melakukan latihan operasi terhadap Bin laden di salah satu pangkalan militer AS, dimana dibangun tiruan komplek tempat tinggal bin Laden. Tetapi di AS juga ada kawasan latihan khusus, kata Ryan Zinke. Menurut pengalamannya, dalam sebuah operasi militer, seperti terhadap bin Laden, setiap tindakan direncanakan menit per menit ibarat skenario sebuah film, setiap tindakan sekecil apapun dipikirkan sebelumnya, dan tidak ada istilah 'kebetulan'.

Menurut keterangan perwira cadangan SEAL, Eric Greiten, sebelum operasi misi terhadap bin Laden dilakukan, tim sudah diberitahu siapa yang akan mereka hadapi. "Ketika diumumkan bahwa targetnya adalah bin Laden, sorak sorai pun terdengar."

Sorak sorai setelah aksi berakhir mereka batasi di kalangan sendiri. Komandan SEAL memang memberi selamat kepada anggota tim, namun pada saat yang sama meminta mereka untuk tenang. "Pertempuran belum selesai", demikian pers AS mengutip pernyataannya. Boleh jadi, hiruk pikuk media yang luar biasa, menyulitkan untuk menjaga kerahasiaan. Ryan Zinke mengungkapkan, "Saya terkejut terus terang, melihat tim 6 SEAL menjadi kepala berita sedini itu."

Ryan zinke menambahkan, dalam kasus ini akan lebih pintar jika mereka tetap tidak dikenali. Cukup bila diketahui tim apa yang terlibat dan siapa kira-kira yang ada didalamnya.

Albrecht Ziegler/Renata Permadi
Editor: Yuniman Farid

Laporan Pilihan

Iklan