Tembok Tanpa Wujud Tetap Pisahkan Timur dan Barat Jerman | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 09.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Tembok Berlin

Tembok Tanpa Wujud Tetap Pisahkan Timur dan Barat Jerman

Meski sudah 30 tahun Jerman Barat dan Timur bersatu, namun kondisinya dinilai masih tidak harmonis. Mengapa Jerman Barat dan Timur masih berbeda?

Daerah yang dulunya bekas negara Jerman Timur sedang mengejar perekonomian Jerman bagian barat, demikian hasil laporan Pemerintah Federal Jerman mengenai topik "situasi terbaru kesatuan Jerman". Dalam laporan tersebut disebutkan juga: "Secara umum, pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesetaraan kondisi di kedua tempat sudah hampir sama. Namun di sisi lain, ketika berbicara tentang pandangan dan sentimen politik, perbedaan itu nampaknya makin mendalam." Penilaian tentang reunifikasi antara Timur dan Barat memang sangat beragam. Survei terbaru memperlihatkan 57% warga di daerah bekas Jerman Timur masih merasa sebagai warga negara kelas dua, dan hampir setengahnya mengatakan mereka tidak puas dengan demokrasi. 

Psikoterapis asal Jerman bagian timur bernama Hans-Joachim Maaz mengira, penduduk bekas daerah Jerman Timur memiliki pandangan seperti "menjaga jarak" dengan negara dan pemerintah. "Warga negara di timur lebih kritis terhadap kapitalisme, kritis kepada aturan, hingga kepada media... Karena itu, ada gerakan protes melawan politik yang didominasi oleh Jerman bagian barat."

Psikolog sosial yang berasal dari Jerman bagian barat, Beate Küpper mengatakan sebaliknya, Jerman memang sempat terpisahkan, "tidak ada yang mengatakan bahwa Jerman Barat dan Jerman Timur harus sama. "Masalahnya bukan pada perbedaan itu sendiri, tapi pada kesan adanya "kerugian kolektif." Ini juga tentang "Perasaan diakui, diapresiasi dan rasa menjadi bagian dari saudara satu bahasa."

Deutschölamd Deutschland Landesparteitag AfD Thüringen | Björn Höcke (picture-alliance/dpa/B. Schackow)

Björn Höcke dari partai kanan ekstrem Jerman AfD (Alternatif untuk Jerman)

Partai ekstrem kanan Jerman "AfD" sukses terutama di Timur

Perbedaan yang paling jelas terlihat pada hasil pemilihan yang diperoleh partai ekstrem kanan AfD. Dalam pemilihan regional di Jerman bagian barat, AfD memperoleh suara hanya sekitar 10%, sedangkan di Jerman bagian Timur angka itu bisa naik hingga 25% seperti di negara bagian Brandenburg, Sachsen dan Thüringen.

Di bagian timur, AfD mengambil alih peran oposisi partai kiri "SED" yang awalnya didirikan dengan tujuan agar nilai-nilai Jerman Timur tetap hidup. "Selesaikan perubahan" adalah salah satu slogan AfD, yang mengacu kepada perubahan struktur masyarakat di Jerman yang menjadi semakin majemuk, slogan ini menuai sukses di bagian timur. Menurut Maaz, adalah kesalahan yang besar untuk memberikan panggung kepada orang-orang ekstrem kanan: "Ketika kita mencemooh atau mendiskriminasi mereka, ini adalah bahan bakar mereka untuk menjadi makin kuat."

Demokrasi tidak akan selesai

Politikus dari Jerman bagian barat terkadang melihat kesuksesan partai ekstrem kanan di timur Jerman dengan sentimen tertentu. Seperti yang disampaikan Ketua Partai Hijau Robert Habeck di awal tahun dalam kampanyenya. 

"Kita akan mencoba segalanya agar Thüringen menjadi negara bagian yang terbuka, bebas, liberal dan demokratis," kata Robert Habeck. 

Kalimat ini menyulut kemarahan penduduk negara bagian Thüringen. Isi pidato tersebut seakan menggambarkan Thüringen secara keseluruhan sebagai negara bagian yang sama sekali tidak demokratis. Sektretaris Nasional dari fraksi SPD yang berasal dari Thüringen berkomentar di Twitter, "Di penjara mana selama ini saya tinggal?" dan dalam debat pleno pemerintah Federal, wakil dari AfD Leif-Erik Holm mengatakan "Jerman bagian timur tidak butuh diajari cara berdemokrasi."

Beate Küpper mengatakan, Jerman Barat tidak secara instan menjadi demokratis pada tahun 1945, maupun Jerman timur pada tahun 1989, demokrasi harus selalu berkembang "dari titik ini, akan lebih adil bila kita melakukan demokratisasi secara bersamaan." Namun tidak dapat dimungkiri, "Jerman Timur memiliki 'PR' yang lebih banyak dari Jerman Barat, ini juga karena faktor waktu."

Maaz sebagai orang Jerman Barat mengatakan bahwa ia dapat mengerti, bagaimana terikatnya cara berpikir dan perasaan orang Jerman Timur: "Yang lain mungkin juga benar dan saya bisa salah dengan pendapat saya, itu akan menjadi dasar dari diskusi demokratis."

Uang bukanlah segalanya

Ketua Fraksi Partai Hijau Katrin Göring-Eckardt mengharapkan investasi, terutama di bidang infrastruktur sebagai jawaban dari tren naiknya kekuatan sayap kanan ekstrem. "Orang-orang yang berada di daerah tidak percaya dengan pemerintah, yang secara nyata melupakan mereka," katanya.

Beate Küpper tidak percaya, bahwa problema ini dapat diselesaikan dengan uang. Karena tidak mungkin untuk menyampingkan perasaan didiskriminasi atau pengalaman reunifikasi Jerman, yang meninggalkan luka yang dalam bagi kehidupan beberapa orang. Secara bersamaan, orang Jerman Timur tidak ingin dianggap sebagai "korban keadaan", akhirnya mereka mencoba hidup dari apa yang mereka punya dan tetap menghadapi perubahan.

Perbedaan tidak perlu menjadi masalah

Christian Hirte, Komisaris Jerman bagian Timur di Pemerintah Federal, menarik kesimpulan sebagai berikut: "Kondisi di timur Jerman dari segi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan sudah jauh lebih baik dari yang dapat kita bayangkan 30 tahun yang lalu." Tetapi secara bersamaan, orang-orang di timur Jerman ini "lelah akan perubahan", dan perlu diingat bahwa "kita tidak dapat memaksa mereka."

Hans-Joachim Maaz menasihati Jerman Barat: "Dengarkan suara dari Jerman Timur! Jangan cemarkan nama baik mereka!" Kita harus selalu melihat kritik dari berbagai perspektif. Gerakan "protes yang berawal dari timur", sebagaimana diterjemahkan menjadi bentuk dukungan suara untuk AfD, dapat dilihat sebagai "bantuan untuk memahami lebih baik, apa yang perlu diubah."

Beate Küpper menutup dengan ucapan yang positif, bahwa perbedaan antara Timur dan Barat itu tidak buruk sama sekali: "Saya tidak tahu, kalau ini adalah suatu masalah. Yang bermasalah itu kalau kita tidak melihat ini sebagai kemajemukan. " Sisanya mari kita sambut dengan rasa keberagaman, seperti yang dapat kita akui bahwa selatan Jerman dan Utara Jerman itu berbeda. "Ini memberikan kesan bahwa Jerman kaya akan keberagaman dan tidak sama di mana-mana."

(pn/ts)

Laporan Pilihan