Tanggapan Dunia Arab terhadap Pemilu AS | Fokus | DW | 10.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Tanggapan Dunia Arab terhadap Pemilu AS

Di Amerika Serikat, Presiden George W. Bush mengimbau agar semua partai sekarang memikirkan masalah yang dihadapi negara, termasuk masalah Irak.

Presiden AS George W. Bush

Presiden AS George W. Bush

Sementara di dunia Arab, pemilihan Kongres Amerika Serikat tidak menjadi tema utama. Media memfokus serangan Israel terhadap wilayah pemukiman Beit Hanun. Di kota Palestina itu, 18 warga sipil tewas dalam serangan tersebut.

“Siapapun dipucuk pimpinan bakal jauh lebih baik dari Bush.”

Begitu ungkap seorang lelaki di tengah kota Kairo. Kata-katanya menggambarkan pandangan banyak orang di negara Arab. Mereka menilai lumrah, bahwa pemerintahan George W. Bush sekarang terpaksa menanggung dampak politik yang dilancarkannya, antara lain di Irak. Sedangkan Donald Rumsfeld yang merupakan arsitek perang Irak hanyalah korban kekalahan Partai Republik di Amerika.

Apakah ada dampak jangka panjang hasil pemilihan kongres di Amerika ini terhadap dunia Arab, tidak banyak dibicarakan. Tampaknya mereka juga lupa, bahwa pada tahun 2000 mereka menyambut pemilihan Bush sebagai presiden. Waktu itu mereka mengharapkan adanya pendekatan politik yang lebih baik untuk masalah Palestina. Kali ini tampak adanya sikap menunggu, yang mungkin terkait dengan sedikit harapan bahwa bakal ada perubahan.

Di Kairo, banyak orang yang berharap bahwa masa yang ibarat mimpi buruk akan segera berakhir. Sementara di Washington, Presiden George W. Bush sudah mulai memadamkan harapan bahwa bakal ada perubahan politik untuk Irak. Musuh-musuh Amerika tidak boleh bersenang hati. Demikian media AS mengutip kata-kata Bush. Sesudah menyatakan bahwa ia terbuka untuk saran apapun dalam masalah Irak, Bush mendesak Kongres untuk menyepakati sejumlah ketetapan baru, seperti Undang-undang pengawasan. Ia juga mengingatkan, Kongres bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pasukan di Irak.

Minggu lalu Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld baru saja mengumumkan rencana untuk memperbesar pasukan keamanan AS di Irak, menambahnya dengan 30 ribu pasukan. Selain itu, ia berusaha menggalang dana untuk pelatihan dan peralatan baru militer. Pada hari Kamis (09/11), George W. Bush mengatakan, Donald Rumsfeld yang telah mengundurkan diri akan tetap memangku jabatannya sampai akhir tahun.

Tampaknya kesadaran bahwa mungkin tidak ada perubahan dalam politik Amerika Serikat di Timur Tengah tertuang dalam judul harian Lebanon yang terbit di Mesir. Harian Daily Star menulis, “semakin banyak hal yang berubah, semakin sering terbukti bahwa segala sesuatu tetap seperti sedia kala.”