Tambah Penghasilan dengan Menjual Tanaman Hias | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 24.12.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Tambah Penghasilan dengan Menjual Tanaman Hias

Pandemi menuntut banyak orang agar tetap bertahan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan Kamila Aswan, yang kini menekuni usaha jual tanaman hias. Ia memanfaatkan Instagram sebagai wadah promosi usahanya tersebut.

Kamila Aswan

Kamila Aswan, pemilik Kebun Papi

Sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada awal Maret 2020, berbagai upaya isolasi untuk mencegah penyebaran virus dilakukan. Salah satunya adalah mengubah budaya kerja di hampir seluruh perusahaan, yang biasa pekerjaan dilakukan bersama dengan karyawan lainnya di kantor menjadi kerja secara individual dari jarak jauh atau dari rumah.

Segala pembatasan aktivitas ini berimbas pada perekonomian. Resesi tidak hanya dialami perusahaan, tetapi juga oleh para karyawan. Akibatnya banyak karyawan yang dirumahkan atau diberhentikan.

Kondisi sulit ini ‘memaksa’ banyak orang untuk lebih kreatif mencari penghasilan tambahan agar dapat tetap bertahan di tengah pandemi. Keahlian dan kejelian dalam melihat peluang pasar, dibutuhkan untuk mendapatkan sumber penghasilan baru.

Dengan banyaknya orang yang lebih menghabiskan waktunya di rumah saja, membuat beberapa hobi kini menjadi populer dilakoni masyarakat sekaligus menjadi solusi dalam mengatasi kebosanan. Salah satu hobi baru tersebut adalah merawat tanaman hias.

Tren baru tersebut mendorong Kamila Aswan, seorang penyiar berita aktif di salah satu televisi nasional, menjalankan usaha sampingan dengan berjualan tanaman hias.

“Saat pandemi banyak orang suka tanaman hias. Beberapa tahun lalu juga sempat booming aglonema, anthurium gelombang cinta. Sekarang kami prediksi tren ini akan berlangsung lebih lama. Kenapa? Karena spesies yang disukai lebih banyak, beda dengan tren beberapa tahun lalu yang hanya fokus sama satu jenis tanaman hias saja,” kata Kamila saat diwawancarai DW.

Hobi yang menghasilkan uang

Berjualan menjadi salah satu alternatif menambah penghasilan. Dalam situasi pandemi saat ini, modal usaha berjualan sebaiknya dimulai sekecil mungkin dengan risiko paling rendah. Selain itu, ide usaha dengan menggabungkan hobi atau kegemaran bisa menjadi paduan sempurna dalam menghasilkan uang.

Dari kejelian melihat peluang usaha, Kamila akhirnya memulai bisnis jual tanaman hias bernama Kebun Papi. Memanfaatkan pekarangan rumah seluas 750 meter persegi, Kamila dibantu keluarga mencoba menggeluti bisnis yang berawal dari hobi, sebagai upaya menambah pendapatan dalam situasi pandemi yang serba sulit saat ini.

Langkah awal yang dilakukan dalam menjalankan usaha sampingan ini adalah dengan mengumpulkan tanaman-tanaman liar yang sudah ada di pekarangan rumah. “Tanaman liar yang dikumpulkan pertama adalah monstera, terus saya pindahkan tanaman-tanaman itu ke pot, satu per satu dipercantik lagi. Uniknya karena lagi happening begini, tanaman liar pun sekarang jadi ada harganya. Kemudian saya juga kontak petani lain untuk isi kebun,” ujar Kamila.

Usaha Kebun Papi yang berlokasi di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat ini digelutinya sejak Juli 2020. Pandemi yang tak kunjung berlalu membuat hobi tanaman hias kian merambah ke sejumlah kalangan.

Dengan memanfaatkan media sosial Instagram sebagai wadah promosi, Kamila mampu menarik perhatian pecinta tanaman hias dari sejumlah daerah. Salah satu upaya menyiasati persaingan bisnis di antara penjual tanaman lainnya, Kamila memutuskan untuk mengizinkan pembeli datang melihat langsung tanaman-tanaman yang ada di kebunnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kebun Papi berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat

Pelanggan diperbolehkan datang langsung melihat berbagai jenis tanaman di Kebun Papi di Kemanggisan, Jakarta Barat

“Pemasaran memang dilakukan lewat Instagram dan kami juga perbolehkan pelanggan datang ke kebun. Ternyata banyak yang antusias dan datang ke kebun untuk main. Orang-orang excited melihat kebun di tengah Jakarta dan mereka suka itu,” jelas Kamila.

Tanaman-tanaman unik yang bisa dirawat secara indoor tanpa perlu perawatan ekstra dan dengan harga yang cukup terjangkau menjadi primadona saat ini.

“Tanaman indoor banyak dicari orang saat ini, karena mengikuti tren di luar negeri juga, seperti tanaman yang memiliki batang besar contohnya monstera, philodendron, kaktus, sama tanaman yang biasa digantung. Tanaman di Kebun Papi dibanderol dari harga Rp 50 ribu sampai Rp 2,5 juta. Semua tanaman yang dijual sudah termasuk potnya,” jelasnya.

Meski usaha ini baru ditekuninya beberapa bulan belakangan, omzet penjualan tanaman hias Kebun Papi mampu meraup sekitar Rp 10 juta per bulan.

Lihat peluang dan berinovasi

Kamila mengakui sisi lain pandemi mendatangkan berkah bagi dirinya dan keluarga. Kesempatan ini tidak disia-siakannya. Berbagai upaya dilakukan dalam menarik pelanggan, salah satunya dengan promosi yang diinformasikan melalui media sosial.

“Harga memang bersaing jadi sebisa mungkin kami kasih yang terbaik. Inovasinya juga dengan konsisten update informasi soal promosi di Instagram jadi pelanggan terus dimanjakan dengan harga baru tanaman-tanaman yang dijual. Setidaknya dua kali dalam sebulan ada promo khusus,” papar Kamila.

Kamila Aswan mengecek pertumbuhan tanaman

Puluhan jenis tanaman hias dijual di Kebun Papi

Promosi melalui media sosial diakuinya menjadi salah satu penyumbang terbesar transaksi saat ini, karena lebih banyak orang yang membeli tanaman hias melalui online. Kamila menyebut penjualan secara offline hanya ramai saat weekend saja.

Kamila juga berharap bagi siapapun yang terkena dampak pandemi ini agar dapat bertahan hidup dengan menemukan sumber penghasilan lainnya. Semangat untuk terus kreatif dan inovatif di tengah pandemi COVID-19 diyakininya dapat membuka kesempatan menambah pendapatan.

(ha/as)

Laporan Pilihan