Sekjen PBB Kofi Annan Kecam AS | dunia | DW | 12.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sekjen PBB Kofi Annan Kecam AS

Menjelang akhir masa jabatannya, Annan melontarkan kritik pedas kepada Presiden George W. Bush.

default

„Jika kita meninggalkan rumah untuk menuju rumah yang lain, maka selalu ada hal baru yang dapat kita pelajari. Dan saya banyak belajar saat saya pindah dari Minnesota ke Perserikatan Bangsa Bangsa.“

Kofi Annan menyampaikan laporan bulanan menjelang berakhirnya jabatan sebagai Sekjen PBB. Ia berpidato di ruang perpustakaan mendiang mantan Presiden Amerika Serikat Harry Truman di kota Missouri. Ini bukan hal yang tidak disengaja. Banyak sekali kutipan pidatonya yang mengacu pada filosofi politik Truman. Harry Truman dikenal sebagai ‚pahlawan PBB’, berlawanan dengan presiden Amerika Serikat saat ini George W. Bush yang kerap mengkritik kebijakan PBB.

"Nama Truman akan selalu dikaitkan dengan kenangan kepemimpinan Amerika Serikat yang luar biasa. Dan semua yang saya pelajari membuat saya menarik kesimpulan bahwa kepemimpinan seperti itulah yang masih dibutuhkan sekarang seperti halnya dengan 60 tahun yang lalu.“

Annan kemudian secara terang-terangan memanfaatkan pidatonya kali ini untuk mengkritik strategi politik Amerika Serikat dalam memerangi terorisme.

„Tidak ada bangsa yang dapat mengamankan dirinya dengan mencari supremasi. Kita semua membagi pertanggungjawaban untuk keamanan kita semua. Dan hanya dengan bekerja sama untuk mewujudkan keamanan kita semua, kita dapat berharap untuk mencapai keamanan selamanya bagi kita semua.“

Annan juga menuntut Amerika Serikat untuk tetap menghargai hak-hak kemanusiaan dalam strategi tersebut. Karena bagaimana pun juga, tambah Annan, Amerika lah yang dalam sejarah dianggap sebagai pembuka jalan bagi gerakan perjuangan hak-hak asasi manusia.

„Hak asasi manusia dan peraturan hukum penting bagi keamanan global dan kesejahteraan. Ini mengapa dalam sejarah Amerika Serikat sangat terlibat dalam gerakan kemanusiaan global. Namun, kepemimpinan ini hanya dapat dipertahankan jika Amerika tetap setia dengan prinsip-prinsip dasar mereka.“

Annan mengkritik keputusan pemerintah Amerika Serikat yang tidak mempedulikan suara komunitas internasional dalam langkah-langkah politis mereka. Ia juga menekankan ketidaksetujuan terhadap seringnya digunakan kekerasan militer untuk memperoleh sesuatu. Di akhir pidatonya, Annan kembali menghimbau pemerintahan Amerika Serikat untuk mengadakan perubahan dalam kebijakan mereka.

„Sistem tersebut masih memerlukan kepemimpinan orang Amerika yang hebat, seperti pada masa Presiden Truman. Saya berharap dan berdoa agar pimpinan Amerika sekarang, dan di masa depan akan memilikinya.“

Iklan