1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Scholz: Ukraina Prioritas Utama dari Segudang Tantangan

12 Agustus 2022

Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam konferensi pers mengatakan kepada wartawan, invasi Rusia ke Ukraina adalah krisis terbesar saat ini, dan menyebut invasi tersebut sebagai “perang Putin”.

https://p.dw.com/p/4FQMq
Kanselir Jerman Olaf Scholz
Kanselir Jerman Olaf ScholzFoto: Political-Moments/IMAGO

Kanselir Jerman Olaf Scholz (SPD)  pada hari Kamis (11/08) menggelar konferensi pers musim panas, sebuah tradisi tahunan yang dimulai pendahulunya, Angela Merkel. Kepada wartawan, dia mengatakan bahwa serangan Rusia ke Ukraina adalah tantangan terbesar yang dihadapi Jerman dan dunia saat ini.

Olaf Scholz mengatakan, Jerman akhirnya meninggal tradisi politik selama ini, yaitu tidak memasok senjata ke zona konflik. Sekarang Jerman mengirimkan senjata ke Ukraina untuk membantunya melawan pasukan invasi Rusia. "Kami akan terus melakukan ini di periode mendatang," ujarnya.

Kanselir Jerman menyatakan bahwa invasi Rusia ini menjadikili titik balik sejarah. Tindakan Putin mengingatkan kembali pada konsep politik abad ke-19, yaitu perampasan teritorial yang agresif.

Dia mengatakan bahwa "Presiden Rusia memikul tanggung jawab atas perang ini." Karena ini adalah "perang Putin", dia juga menolak gagasan untuk melarang semua orang Rusia mendapat visa turis untuk Uni Eropa, seperti yang dituntut oleh negara-negara seperti Estonia dan Ukraina sendiri.

Pertemuan Vladimir Putin dengan Olaf Scholz di Moskow, 15 Februari 2022
Pertemuan Vladimir Putin dengan Olaf Scholz di Moskow, 15 Februari 2022Foto: Mikhail Klimentyev/dpa/Sputnik/picture alliance

Akan ada paket bantuan untuk masa sulit

Beralih ke masalah domestik, Olah Scholz menerangkan bahwa pemerintahnya akan memberikan bantuan kepada semua sektor masyarakat menghadapi kenaikan harga energi. "Akan ada paket-paket (bantuan) lain," katanya, mengacu pada langkah-langkah yang telah diperkenalkan.

Dia mengatakan bahwa pemerintah akan "melakukan segalanya" untuk membantu, terutama orang-orang berpenghasilan rendah atau menengah "untuk melewati masa-masa sulit ini."

Olaf Scholz juga menyebut paket pengurangan pajak yang sedang direncanakan Menteri Keuangan Christian Lindner (FDP) "sangat membantu" dalam hal ini, dan mengatakan para pensiunan dan pelajar juga akan menerima bantuan.

Scholz menolak perkiraan sebagian pengamat dan media bahwa krisis dan harga energi yang tinggi akan memicu kerusuhan sosial. Karena ada program kesejahteraan negara yang akan mencegah hal ini.

Memperbaiki 'kegagalan' sebelumnya di sektor energi

Olaf Scholz mengeritik apa yang dia katakan sebagai "kebijakan energi yang gagal" dari pemerintah Jerman sebelumnya, meskipun dia sendiri adalah anggota dari pemerintahan koalisi terakhir sebagai menteri keuangan di bawah Kanselir Angela Merkel.

"Kami bekerja dengan cara kami melewati semua kegagalan tahun-tahun terakhir yang sangat besar di sektor ini," katanya.

Dia mengatakan bahwa meskipun sejak lama telah ada keputusan bersama untuk menghentikan sumber energi batu bara dan nuklir, tidak ada modernisasi yang cepat di sektor industri Jerman. Pemerintahannya sekarang telah meluncurkan sejumlah paket untuk memungkinkan pengembangan cepat energi angin di darat dan di laut.

Olaf Scholz menjanjikan pasokan energi yang terjangkau bagi industri Jerman, khususnya listrik dan energi hidrogen dari sumber terbarukan. Dia juga menegaskan bahwa dua terminal LNG (gas alam cair) yang direncanakan di pantai Laut Utara akan siap menerima pengiriman pada musim dingin mendatang.

hp/yf (dpa, AFP, Reuters)