1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Warga Mengungsi, Presiden Imbau Jangan Keluar dari Wamena

30 September 2019

Ribuan warga yang mayoritas kaum ibu dan anak mengungsi dari Wamena. Kerusuhan dan kebakaran rumah membuat mereka tak punya pilihan selain pergi.

https://p.dw.com/p/3QT3v
Indonesien Papua Unruhen in  Wamena
Foto: Getty Images/AFP/F. Narwawan

Para pengungsi Wamena yang kebanyakan kaum ibu dan anak ini secara bergiliran sampai di Jayapura. Rumah yang terbakar serta menghindari kerusuhan jadi alasan utama mereka meninggalkan Wamena. Di markas Lanud 751 Jayapura mereka menunggu untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing di Pulau Jawa dan Sumatra.

"Pengungsi ini sekarang sekitar 8.000, ada 2.000 di Polres, 2.000 di Kodim, terus 23 titik yang isinya 300, ada yang 500, jumlah keseluruhannya 8.000," kata Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki, disitir dari Liputan6.com. Menurutnya para pengungsi ini sangat rawan terserang penyakit diare akibat cuaca yang dingin. Tercatat sementara ada 471 orang terjangkit diare. 

Dari ribuan warga yang mengungsi terdapat 1.300-an warga Sulawesi Selatan di Jayapura. Mereka ditampung di rumah-rumah warga serta kerabat, asrama Lanud 751 Jayapura, dan Rindam Jayapura. "Kondisi terakhir di Wamena sudah aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan sejak hari ini," ujar Mansur, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), seperti dikutip dari laman Antara.

Sementara itu Presiden Joko Widodo menyatakan agar warga tidak keluar dari Wamena karena aparat keamanan sudah bisa mengendalikan situasi. "Karena ada yang masih merasa takut kemudian minta untuk dievakuasi ke Jayapura ya dilakukan. Tetapi terus kita imbau agar masyarakat tidak keluar dari Wamena karena aparat keamanan sudah bisa mengamankan," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/09), seperti dikutip dari laman Detik.com.

Jokowi sendiri telah memerintahkan TNI dan Polri untuk mengejar para pelaku kerusuhan yang menurutnya merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB). "Tadi kan sudah kita sampaikan ada KKB yang turun ke bawah dan lakukan pembakaran-pembakaran itu dan ini saya sudah perintahkan ke Menko Polhukam dan TNI-Polri untuk mengejar perusuh-perusuh yang belum tertangkap," katanya. Melalui pernyataan resmi yang diterima DW Jokowi juga mengucapkan belasungkawa terhadap 33 korban tewas akibat kerusuhan Wamena .

Sebelumnya kerusuhan Wamena telah terjadi sejak Senin (23/09) lalu. Kantor berita Antara melaporkan bahwa sejumlah kantor pemerintah dibakar massa dalam unjuk rasa yang berakhir anarkis itu. Gedung yang dibakar di antaranya yaitu kantor PLN Rayon Wamena di Kabupaten Jayapura. 

yp/ts (liputan6.com, antaranews.com, detik.com, bpmi)