600 Anggota TNI Dikerahkan Kerjakan Jalan Trans Papua | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 05.03.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Papua

600 Anggota TNI Dikerahkan Kerjakan Jalan Trans Papua

Ratusan anggota TNI dikerahkan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Wamena-Mumugu, khusus untuk pembangunan jembatan.

Sebanyak 600 personel TNI dari Kodam XVII Cenderawasih dikerahkan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Wamena-Mumugu, khusus untuk pembangunan jembatan. Hal ini adalah buntut dari penghentian pembangunan akibat kasus pembantaian 17 pekerja dari PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Desember 2018 lalu.

"Mereka akan membangun jalan karena kondisi di lapangan sulit dan ada gangguan dari kelompok bersenjata," kata Kapuspen TNI, Mayor Jenderal Sisriadi, seperti dilansir dari Reuters. Nantinya pelaksanaan pembangunan secara teknis akan dilanjutkan satuan Zeni Konstruksi (Zikon). Sementara tenaga ahli tetap dari kontraktor.

Situasi di Nduga pun saat ini telah kondusif. "Rakyat yang mengungsi itu akibat insiden pembantaian terhadap karyawan PT Istaka Karya awal Desember lalu dan saat ini sudah mulai kembali ke kampung menjalani kehidupan sosial secara normal,” kata Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Simbiring, dikutip dari laman Kumparan.

Pasang surut situasi di Papua antara aparat dan warga setempat kerap menjadi perhatian dunia. Yang terakhir adalah desakan pakar HAM PBB untuk melakukan investigasi imparsial terhadap dugaan penganiayaan, pembunuhan, penangkapan ilegal dan perlakuan yang kejam dan tidak manusiawi TNI dan Polri terhadap warga asli Papua setelah beredarnya interogasi terhadap pemuda Papua menggunakan ular hidup.

yp/ml  (rtr, kumparan)

 

Laporan Pilihan