Rencana Sistem Penangkis Rudal AS di Eropa Timur Diragukan | dunia | DW | 21.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rencana Sistem Penangkis Rudal AS di Eropa Timur Diragukan

Ditakutkan, lokasi penempatan sistem penangkis rudal ini akan menjadi sasaran teroris.

Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer

Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer

Rencana penangkisan rudal sudah dibicarakan dalam KTT di Riga, Latvia. Artinya diskusi di tingkat Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO sudah dimulai. Bahkan pada tahun 2001 presiden AS George W. Bush sudah menginformasikan rencananya. Sehingga penggunaan istilah "perlombaan senjata" yang digunakan oleh ketua Partai Sosial Demokrat Jerman SPD, Kurt Beck, dinilai tidak pada tempatnya.

Jan Neoral, walikota Trokavec, Ceko, yang direncanakan menjadi lokasi penempatan radar dalam rangka program penangkis rudal Amerika Serikat, mengemukakan: "Ada dua hal yang menyibukkan kami. Dan keduanya berkaitan dengan perasaan takut: yaitu dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan, serta kemungkinan pemindahan penduduk. Selain itu kami akan jadi sasaran teroris atau roket Rusia."

Di Ceko sendiri keterlibatan pada sistem yang terutama bertujuan untuk melindungi AS dari serangan Iran atau Korea Utara, juga kontroversial. Di lain pihak sistem itu juga bisa ditempatkan di Polandia dan Inggris.

Rencana AS itu disikapi dengan keraguan oleh banyak negara NATO, terutama karena AS sudah kehilangan sejumlah kredibilitasnya akibat Perang Irak. Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer membenarkan, bahwa pada tahun 2006 NATO pada prinsipnya sudah menyetujui keikut-sertaan dalam sistem penangkis, yang sekaligus juga melindungi Eropa dari serangan rudal.

Presiden AS George W. Bush pada dasarnya mengajak semua negara NATO untuk bekerjasama dan berpartisipasi dalam membiayai sistem senilai 20 milyar Euro itu. Ajakan itu juga disampaikan kepada Kanselir Angela Merkel. Mengenai lokasi penempatan dan peralatan mana yang dipasang, akan diputuskan oleh AS dan negara-negara yang bersangkutan secara bilateral. Dari segi hukum, NATO tidak punya bobot, tetapi hendaknya ada kesepakatan politik dengan semua anggota NATO, demikian kata Jaap de Hoop Scheeffer.

Jerman, Italia dan AS sudah membangun sistem penangkis rudal jarak dekat MEADS yang dapat dipindah-pindahkan. Ini sudah disetujui parlemen Jerman tahun 2005. Tuduhan Presiden Rusia Vladimir Putin, bahwa NATO hendak menyulut perlombaan senjata, dibantah oleh Sekjen NATO. "Saya pikir, Federasi Rusia tahu pasti, bahwa sistem ini tidak ditujukan bagi mereka. Tiap orang dapat melihat, bahwa kami sudah memaksimalkan transparansi. Ada sederetan kontak bilateral antara Rusia dan Amerika."

Bagi NATO sendiri juga jelas, kalau Iran dalam beberapa tahun mendatang benar-benar memiliki rudal jarak jauh, maka masyarakat di Eropa akan menuntut perlindungan. Oleh sebab itu tindakan harus diambil dari sekarang.

Iklan