1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato Hari Kemenangan
Presiden Rusia Vladimir Putin menarik persamaan antara perjuangan Tentara Merah melawan pasukan Nazi dan aksi pasukan Rusia di UkrainaFoto: Sefa Karacan/AA/picture alliance
PolitikRusia

Rayakan Hari Kemenangan, Putin: Invasi adalah Pilihan Tepat

10 Mei 2022

Perang di Ukraina membayangi perayaan Hari Kemenangan Rusia atas Nazi Jerman tahun ini. Presiden Vladimir Putin mengklaim pasukan Rusia sedang membela "Tanah Air" di Donbas, Ukraina, demi mencegah "invasi" NATO

https://www.dw.com/id/rayakan-hari-kemenangan-putin-invasi-adalah-pilihan-tepat/a-61743184

Rusia menandai peringatan ke-77 tahun kemenangan atas Nazi Jerman pada hari Senin (09/05). Presiden Vladimir Putin memulai pidato utama Hari Kemenangan dengan mengatakan tentara Rusia berjuang untuk mewujudkan keamanan.

Sekitar 11.000 tentara berpartisipasi dalam parade di Lapangan Merah, Moskow. Parade militer juga berlangsung di Vladivostok dan Novosibirsk.

Foto tentara yang berperang melawan Nazi Jerman di Perang Dunia II
Orang-orang memegang foto kerabat mereka yang berperang melawan Nazi Jerman dalam Perang Dunia IIFoto: Yuri Smityuk/TASS/dpa/picture alliance

Apa yang dikatakan Putin dalam pidato Hari Kemenangan?

Pidato Putin berpusat pada perang yang sedang berlangsung di Ukraina, yang dimulai sejak 24 Februari lalu. Dia mengatakan invasi adalah "satu-satunya keputusan yang tepat" dengan klaim palsu bahwa Barat sedang "mempersiapkan invasi ke Rusia."

"NATO menciptakan ketegangan di perbatasan. Mereka tidak mau mendengarkan Rusia, mereka punya rencana lain," kata Putin.

Dia mengklaim Rusia berjuang untuk "Tanah Air" di Donbas, "agar tidak ada yang melupakan pelajaran dari Perang Dunia II."

Putin juga menjanjikan dukungan bagi keluarga tentara yang gugur. "Kematian setiap prajurit dan perwira sangat menyakitkan bagi kami," katanya. "Negara akan melakukan segalanya untuk mengurus keluarga-keluarga ini."

Anggota militer Rusia dalam parade militer Hari Kemenangan
Anggota militer Rusia mengambil bagian dalam parade militer Hari Kemenangan di Lapangan MerahFoto: Maxim Shemetov/REUTERS

Analisis terkait klaim Putin

Ada spekulasi bahwa Putin akan mengumumkan eskalasi aksi militer. Namun, tidak disebutkan tentang mobilisasi tentara secara umum atau sebagian.

"Putin mencoba mendelegitimasi rakyat dan pemerintah Ukraina dengan menghubungkan mereka dengan semacam masa lalu Nazi," kata Koresponden DW Aaron Tilton. "Dia mengatakan ini tentang Rusia dan keamanan Rusia, dan menyalahkan Ukraina dan Barat karena menyerang Rusia."

"Ini adalah kebalikan dari situasi sebenarnya di lapangan. Kami tahu tidak ada agresi Barat yang diarahkan ke Rusia. Rusia adalah negara yang menginvasi lebih dulu, Rusia adalah negara yang memulai pengeboman dan penembakan. Tujuan jangka panjangnya adalah menyiapkan rakyatnya untuk konflik yang lebih lama, dia harus memberi mereka sesuatu untuk digalang," kata Tilton.

Kremlin mengacu pada invasi ke Ukraina bukan sebagai perang, tetapi sebagai "operasi militer khusus."

Apa makna Hari Kemenangan di Rusia?

Di Rusia, "Hari Kemenangan" seperti yang disebut di era pasca-Soviet, selama beberapa dekade merupakan hari peringatan yang menyedihkan. Uni Soviet kehilangan jutaan warganya selama Perang Dunia II, dan 9 Mei adalah hari untuk merenungkan kehilangan tersebut. Namun, peringatan itu telah berubah beberapa tahun terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada hari Senin (09/05), bahwa Rusia telah "melupakan segala sesuatu yang penting bagi para pemenang Perang Dunia II."

"Kejahatan telah kembali, dengan seragam yang berbeda, di bawah slogan yang berbeda, tetapi untuk tujuan yang sama," dia memperingatkan.

Anggota militer Rusia dalam parade militer Hari Kemenangan
Putin memberi penghormatan kepada penempatan angkatan bersenjata Rusia di UkrainaFoto: Maxim Shemetov/REUTERS

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini tidak ada kepala negara asing yang menjadi tamu dalam parade tersebut.

ha/ (dpa, AFP, AP)