Ratusan Santri hingga Ibu Menyusui Diduga Keracunan MBG
20 April 2026
Ratusan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pilangwetan akhirnya disetop sementara dan dipasang garis polisi.
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, membenarkan pihaknya sempat merawat sejumlah pasien yang diduga keracunan MBG. Selain dirawat di Puskesmas Kebonagung, Arief menyebut ada penerima manfaat MBG lain yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
"Yang di Puskesmas Kebonagung beberapa dari korban yang mengalami mual, mutah, pusing. Puskesmas (merawat) lima orang, tapi kondisi setelah stabilisasi boleh pulang sehingga hanya rawat jalan," kata Arief saat ditemui detikJateng di Puskesmas Kebonagung, dilansir detikJateng, Minggu (19/04).
"Yang lain rujuk ke tiga rumah sakit, yaitu PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo, dan Rumah Sakit Sultan Fatah Karangawen," tambahnya.
Selain santri juga ada yang ikut menjadi korban, yakni kelompok B3 (bumil, busui, balita). Total diperkirakan ada 187 orang yang diduga keracunan.
"Ponpes Bustanul Quran jumlah 68 orang terdiri dari 33 orang berobat jalan di ponpes, rujuk di dua RS PKU Gubug 23 orang, dan Getas Pendowo 12 orang. Ponpes Asnawiyah 97 orang, terdiri dari 67 orang berobat jalan, 24 orang dirujuk di Getas Pendowo, dan PKU gubug 6 orang," katanya.
"B3 korban lima orang, rujuk PKU gubuk 1 orang, 4 berobat di puskesmas dan sudah rawat jalan," tambahnya.
Pantauan detikJateng kemarin, bangunan SPPG di Pilangwetan dipasangi garis polisi. Operasional SPPG itu disetop sementara.
Kondisi 63 balita dan ibu menyusui di Cianjur
Sebanyak 63 balita dan ibu menyusui alami gejala keracunan, diduga usai menyantap menu makanan program MBG yang dibagikan melalui posyandu di dua desa di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Dikutip dari detikJabar, keracunan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir, mulai Rabu (15/04) hingga Jumat (17/04). Awalnya beberapa warga di Desa Sukasirna dan Purabaya Kecamatan Leles mengeluhkan mual dan muntah usai menyantap menu MBG yang dibagikan di posyandu.
"Awalnya ada yang datang ke bidan di desa dan ke klinik. Setiap harinya ada belasan. Puncaknya di Jumat (17/04) malam sampai puluhan orang," ujar Kepala Pukesmas Leles Tedi Nugraha, Minggu (19/04).
Menurut Tedi, total ada 63 orang yang dirawat di bidan, klinik, dan puskesmas dengan gejala serupa mulai dari mual, pusing, muntah-muntah, dan diare.
"Mayoritas balita dan ibu menyusui, ada juga beberapa siswa. Gejalanya kebanyakan mual dan muntah-muntah," katanya.
Sebagian besar sudah pulih
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat sebagian besar dari 63 balita dan ibu-ibu yang mengalami keracunan usai diduga menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles sudah kembali pulih.
"Hanya tinggal hanya beberapa yang masih menjalani perawatan," ujar Kepala Dinkes Cianjur Made Setiwan di Cianjur, Minggu, dikutip dari Antara, Senin (20/04).
Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel makanan dan muntah korban untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.
"Kami sudah mengambil sampel yang tersisa, salah satunya susu dan sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab puluhan ibu dan balita di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna keracunan," katanya.
Baca selengkapnya di: Detik News
Ratusan Santri di Demak Diduga Keracunan MBG, SPPG Dipasang Garis Polisi
63 Balita-Ibu Menyusui di Cianjur Diduga Keracunan MBG, Begini Kondisinya