Pandemi Corona Buat 30 Ribu Anak Indonesia Kehilangan Orang Tua | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 08.01.2022

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Pandemi Corona

Pandemi Corona Buat 30 Ribu Anak Indonesia Kehilangan Orang Tua

Merujuk data dari Kemensos RI di akhir bulan September 2021 terdapat sebanyak 30.766 anak menjadi yatim, piatu dan yatim piatu akibat COVID-19.

Foto Ilustrasi anak-anak Indonesia

Foto Ilustrasi anak-anak Indonesia

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Muhamad Mardiono menyebutkan, data Pemerintah melalui covid19.go.id, per tanggal 6 Januari 2022 tercatat 144.116 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Ada pula data dari Kemensos RI di akhir bulan September 2021 terdapat sebanyak 30.766 anak menjadi yatim, piatu dan yatim piatu akibat COVID-19.

"Korban musibah COVID-19 yang jumlahnya 140 ribu lebih menyisakan duka terhadap adik-adik kita yang kehilangan ayah ibunya atau menjadi yatim piatu. Ada 30 ribu lebih adik-adik yang kehilangan orang tuanya atau menjadi anak yatim, piatu hingga yatim piatu," ucap Mardiono saat berkunjung ke Pedukuhan Paker RT.04, Kalurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, Sabtu (8/1/2022).

Membantu anak yatim piatu

Dalam kunjungan tersebut Mardiono mengangkat 9 anak yatim piatu akibat COVID-19 di Bantul. Pemilihan 9 anak ini untuk memberikan kesempatan dalam menempuh pendidikan hingga jenjang SMA.

Sementara itu, Kepala Dinsos Bantul Gunawan Budi Santoso mengatakan, bahwa di Bantul ada ratusan anak yang kehilangan orang tuanya akibat COVID-19. Data tersebut merupakan data sejak tahun 2021.

"Ada 400 anak yang jadi yatim, piatu dan yatim piatu di Bantul, itu hanya selama tahun 2021 saja," katanya.

Pendidikan yang terpenting

Gunawan menyebut, 9 anak tersebut diangkat menjadi anak asuh karena mereka rawan terputus pendidikannya. Namun, pihaknya juga memberikan bantuan kepada semua anak-anak yang kehilangan orang tua akibat COVID-19.

"Yang 9 itu yang transisi sekolah jadi diutamakan. Usia SMP mau ke SMA jadi jangan sampai terputus," kata dia. (Ed: yp)

Baca selengkapnya di: Detik News

30 Ribu Anak di Indonesia Kehilangan Orang Tua Akibat Corona