1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (15/04)
Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (15/04)Foto: Mahmoud Illean/AP Photo/picture alliance
SosialAsia

Polisi Israel dan Warga Palestina Bentrok di Masjid Al-Aqsa

15 April 2022

Kepolisian Israel mengklaim pihaknya masuk ke dalam halaman Masjid Al-Aqsa untuk membubarkan massa yang melemparkan batu. Sedikitnya 67 warga Palestina terluka dalam bentrokan ini, dan pemicu bentrokan masih diselidiki.

https://www.dw.com/id/polisi-israel-dan-warga-palestina-bentrok-di-masjid-al-aqsa/a-61483645

Bentrokan pecah pada Jumat (15/04) dini hari antara polisi Israel dengan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, situs suci bagi umat Islam. Bentrokan terjadi ketika umat Islam memasuki minggu kedua bulan suci Ramadan.

Tim medis mengatakan sedikitnya 67 warga Palestina terluka. Belum jelas apa yang memicu bentrokan tersebut.

Dilansir Associated Press, pengelola masjid mengatakan, polisi Israel memaksa masuk ke dalam masjid tak lama setelah ribuan jemaah selesai melaksanakan ibadah salat Subuh. Sementara kepolisian mengatakan, pihaknya masuk ke dalam masjid untuk membubarkan massa yang melemparkan batu di situs suci tersebut.

Dalam video-video yang beredar di sosial media menujukkan, orang-orang yang diduga warga Palestina melemparkan bebatuan dan polisi Israel menembakkan gas air mata serta granat kejut.

"Tujuh orang yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk dirawat karena cedera tubuh bagian atas," kata seorang anggota palang merah Palestina, dikutip dari kantor berita AFP.

Apa kata pemerintah Israel atas bentrokan di Al-Aqsa?

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, puluhan orang yang mengenakan penutup wajah melakukan konvoi ke arah masjid dengan membawa bendera Palestina dan Hamas, serta membawa batu.

"Polisi terpaksa masuk ke halaman masjid untuk membubarkan kerumunan dan menyingkirkan bebatuan, untuk mencegah kekerasan lebih lanjut,'' demikian keterangan Kemlu Israel di Twitter.

Sementara Hamas, kelompok Islamis yang mengendalikan Gaza, mengecam polisi Israel dan mengatakan Israel "bertanggung jawab atas konsekuensi."

Ketegangan meningkat di Kota Tua Yerusalem ketika umat Islam memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan bertepatan dengan dimulainya perayaan Paskah Yahudi dan Paskah umat Kristen.

Dalam tiga pekan terakhir, setidaknya 13 warga sipil tewas dalam empat serangan teror. Dua insiden pertama dilakukan warga Arab-Israel yang berbaiat kepada Islamic State. Sementara dua serangan terakhir dilancarkan warga Palestina.

rap/as (AP, Reuters, AFP)