Pertemuan Bush dengan Dewan Keamanan AS | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 29.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pertemuan Bush dengan Dewan Keamanan AS

Strategi baru Amerika Serikat di Irak tidak akan diumumkan, juga tidak ada rincian tentang haluan ke depan.

Robert Gates (kiri) dan Presiden George W. Bush (kanan)

Robert Gates (kiri) dan Presiden George W. Bush (kanan)

Hal ini sudah diumumkan juru bicara Presiden Bush sebelum pertemuannya dengan Dewan Keamanan nasional Amerika Serikat saat libur Natalnya. Dalam jumpa pers seusai pertemuan Kamis (28/12), hanya sedikit keterangan yang diberikan Bush.

Tidak disebutkan tentang rencana pengiriman 30 ribu tentara tambahan ke kawasan Teluk, yang sebelumnya diberitakan secara rinci oleh media. Bush meminta publik untuk lebih bersabar

Bush: “Kami membutuhkan pembicaraan selanjutnya, sebelum saya membeberkan rencana tersebut. Kami tentu saja akan terus bekerja sama dengan pemerintah Irak. Kunci keberhasilan di Irak adalah sebuah pemerintah yang bersedia melawan mereka yang hendak mencegah tumbuhnya demokrasi muda.“

George W. Bush berada di bawah tekanan. Mayoritas warga Amerika Serikat hanya ingin tahu kapan pasukannya ditarik pulang. Hal yang didukung segenap anggota Kongres baik kubu demokrat maupun republik. Bahkan Robert Gates, menteri pertahanan baru Amerika Serikat pun tidak terlalu mengandalkan penyelesaian konflik Irak hanya dengan cara militer. Menurut pemberitaan harian Washington Post, setelah kunjungan pertamanya di kawasan itu, Gates mengusulkan kepada Bush suatu kombinasi langkah diplomasi dan ekonomi. Antara lain pembukaan kembali 10 pabrik milik negara hingga akhir Januari, guna memberi peluang kerja bagi warga Irak dan dengan demikian meredam sebagian gelombang kekerasan.

Menurut Bush laporan itu akan menjadi bagian penting dalam proses akhir strategi di Irak: „Kami ingin sebuah negara yang mampu memerintah dan mempertahankan diri sendiri.“

Dengan bantuan Amerika Serikat, tidak lupa ditambahkan Bush. Sekali lagi terbaca jelas ia kurang suka dengan penarikan bertahap pasukan Amerika Serikat dari Irak, yang diusulkan oleh Komisi Baker.

Tidak ada presiden mana pun yang ingin tercatat dalam sejarah dengan kekalahannya dalam sebuah peperangan. Demikian dijelaskan Gary Schmitt dari American Enterprise Institute kepada Washington Post. Karena itu Bush berusaha mencari cara sedemikian rupa hingga tercapai hasil yang ia inginkan. Semua ini tentu saja dengan memperhatikan kesejahteraan tentara

Bush: „Saya terus ditanya tentang harapan di tahun baru. Tekad saya bahwa tentara kami aman, bahwa demokrasi muda di Irak berkembang dan kami membuka babak perdamaian.“

Iklan